Berita

Mabuk Lem Bisa Bikin Koma

Ngelem merupakan suatu cara yang dilakukan dengan menghirup aroma lem untuk mendapatkan sensasi mabuk. Aktivitas mabuk lem ini umumnya digunakan remaja atau anak-anak sebagai alternatif agar mabuk kepayang, namun dalam harga yang lebih murah dibanding harus beli obat terlarang atau bahkan ganja.

Mabuk lem umumnya berbahaya. Kemungkinan risiko kerusakan otak dan masalah pernapasan yang parah bisa terjadi. Berikut ini beberapa risiko dan bahaya menghirup lem:

1. Gagal pernapasan akut
Gagal pernapasan akut adalah kondisi yang kemungkinan bisa fatal akibatnya akibat ngelem. Ini adalah kondisi yang terjadi ketika zat yang dihirup dalam lem merusak kemampuan Anda untuk bernapas. Menghirup lem berbahan kimia secara langsung pada umumnya juga dapat memengaruhi paru-paru Anda. Ini mencegah jumlah oksigen yang cukup untuk menjangkau seluruh tubuh. Dalam kasus yang serius, kegagalan pernapasan kronis akibat mabuk lem dapat menyebabkan koma.

2. Kerusakan otak
Menghirup lem yang umumnya mengandung zat toluena dan naftalena dapat merusak selubung mielin. Mielin adalah lapisan tipis di sekitar serabut saraf otak dan sistem saraf Anda. Kerusakan ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada fungsi otak, serta juga dapat menyebabkan masalah neurologis yang mirip dengan yang terlihat dengan multiple sclerosis.

3. Aritmia
Kandungan bahan kimia dalam lem apabila dihirup kuat-kuat dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur atau aritmia. Dalam beberapa kasus, ritme abnormal dapat menyebabkan gagal jantung yang fatal. Hal ini juga dikenal sebagai sudden sniffing death syndrome (SSDS), yaitu sindroma kematian mendadak setelah menghirup lem. Ini bisa terjadi bahkan pada kali pertama seseorang mulai ngelem.

Risiko kesehatan serius lainnya yang terkait dengan menghirup lem termasuk kejang, kerusakan hati, kerusakan ginjal, tersedak (sering karena muntah).

Kecanduan ngelem bisa diobati tergantung dampak masalah fisiknya, seperti kerusakan otak atau aritmia yang punya penanganan medis berbeda. Namun umumnya, dokter akan melakukan tes neurologis terlebih dahulu dalam mengobati pasien. Dokter perlu melihat apakah ada cedera permanen pada fungsi otak dan memori. Kesehatan mental dan emosional seseorang juga akan memerlukan evaluasi oleh terapis yang terlatih.

Selain itu, jika korban kecanduan ngelem adalah seorang siswa, kemungkinan butuh terapi. Terapi ini tujuannya untuk membantu anak menghadapi tekanan teman sebaya yang memengaruhi mabuk lem. Anak nantinya juga dibantu dari segi saran dan psikologisnya agar menemukan kelompok atau sebaya yang akan memberikan pengaruh positif dalam pergaulannya. (int)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker