Berita

Luky Anderson Berusaha Jadi Kebanggaan Keluarga

FaseBerita.ID – Mengamati berbagai dinamika penegakkan hukum yang terjadi di Indonesia saat ini, menurut Luky Anderson, hanya tajam kebawah tetapi tumpul ke atas.

“Artinya, kepada rakyat kecil Penegak hukum cenderung gencar dilakukan tetapi kepada para penguasa atau kepada orang kaya malah cenderung tak efektif,” kata Luky Anderson.

Karena itulah membuat Luky yang juga Alumni Fakultas Hukum UMSU Kota Medan ini mengaku sering prihatin bahkan sedih melihat kondisi itu. Apalagi beberapa waktu lalu Luky mengetahui ada seorang ibu pencuri pisang dikenakan hukuman penjara. Sedangkan pelaku korupsi terkesan masih ‘dimanja’.

“Penerapan hukum itu sejatinya tidak pandang bulu karena kedudukan setiap warga negara sama di depan hukum. Tidak ada pandang bulu, apalagi bermain mata,” ujarnya.

Saat ini, Luky bekerja di FIF kota Siantar dan dia mengaku enjoy dengan pekerjaannya itu karena apa yang diterimanya dari perusahaan sesuai dengan keinginannya meski semua harus dilakukan dengan disiplin.

“Disela-sela kesibukan profesi, saya juga aktif di bidang entertainment dan bergabung di GX Pro Mix manajemen. Bahkan, sempat jadi pemusik sebagai pemegang gitar meski itu hanya sebagai pelampiasan hobby,” ujarnya sembari mengatakan ingin menjadi Dj.

Lebih lanjut, anak Siantar yang bernaung di bawah organisasi FKPPI Siantar ini mengatakan tangannya sering gatal menjadi DJ.

“Sebenarnya, saya punya banyak keinginan. Tapi, harapannya cuma satu. Saya hanya ingin menjadi diri sendiri,” kata pemuda yang tinggal di blok baru Asrama Rindam, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari ini.

Soal Siantar, Luky mengatakan masih banyak yang harus dibenahi. Selain benahi lalulintas, juga terkait dengan pembangunan generasi muda agar lebih terarah dalam mengepresikan karyanya. Sementara, terkait dengan kehidupan organisasi kepemudaan menurutnya, Siantar masih begitu kondusif.

“Berbeda dengan di kota lain yang cenderung saling bersaing. Apalagi persaingan itu menurutnya cenderung kurang sehat. Siantar selalu kondusif dan itu jadi kebanggaan kita,” pungkasnya.

Luky juga mengatakan selalu berusaha membahagiakan keluarga. Karena bagi dia keluarga itu tetap yang paling utama. Dia juga mengaku apapun yang dikerjakannya, keluarga tetap mendukung dan memberikan suport kepada dirinya.

“Saya selalu berharap dan berusaha membahagiakan keluarga dan menjadi kebanggaan keluarga. Karena yang selalu saya ingat dari orang tua apapun pekerjaan harus kita senangi agar kelak pekerjaan itu juga menyenangi diri sendiri,” sebutnya. (mag 04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button