Berita

Luka Aneh Diderita Winda Tanjung: Tubuh Melepuh, Pergelangan Kaki Kanan Putus

Orangtua tertutup

FaseBerita.ID – Senyum dari wajah Winda Paramita Tanjung, menghilang. Raut anak berusia tujuh tahun itu seperti mengerang. Sudah delapan bulan putri ketiga dari empat bersaudara anak pasangan Elwin Saputra Tanjung (37) dan Nita Rienni Pasaribu (37) itu  mengidap penyakit aneh. Kakinya seperti terbakar dan membusuk, bahkan pergelangan kaki kanannya sampai putus.

Saat dibesuk  di kediaman orangtuanya di Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Selasa (25/2) pukul 15.00 WIB, Winda sudah tidak berada di rumah. Ia baru saja dilarikan petugas kecamatan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Namun menurut tetangga di sekitar kediaman itu, tak banyak yang tahu kalau Winda sedang sakit parah. “Baru tadi dibawa oleh orang kecamatan ke rumah sakit bang. Warga di sini juga tidak banyak yang tahu kalau anak itu sakit parah,” ujar salah seorang tetangga.

Parahnya, warga sekitar tidak ada yang mengetahui penyebab dan awal mula penyakit yang diderita Winda. “Selama ini kami tahu memang anak itu sakit, tapi apa sakitnya kami tidak tahu. Karena selama ini orang tua dari gadis itu tidak pernah bercerita kepada kami selaku tetangganya. Orangtuanya itu terlalu tertutup,” tambahnya diamini warga lainnya.

“Itu tadilah baru kami tahu, setelah anak itu dilarikan ke rumah sakit oleh petugas dari Kecamatan Sibolga Kota. Di situ kami melihat kondisi Winda yang sungguh menyayat hati. Sekujur badannya sudah hampir habis terkelupas, seperti kena luka bakar. Bahkan pergelangan kakinya sudah lepas. Lukanya seperti membusuk dan menimbulkan aroma yang sudah tidak wajar lagi.”

Hal senada juga disampaikan seorang ibu rumah tangga yang enggan namanya dimuat. Sembari meneteskan air mata, ia menyayangkan sikap orangtua Winda yang tertutup atas penyakit anaknya. “Sungguh malang nasib yang dialami anak itu. Sampai separah itu yang dialaminya. Mohonlah, mari kita bantu bersama-sama ya dik,” kata ibu paruh baya ini kepada wartawan, sembari mengusap air mata.

Masih katanya, warga sekitar berharap agar Pemerintah Kota Sibolga dan masyarakat pada umumnya dapat membantu dan mengulurkan tangan. “Kasihan dik, kondisi orangtuanya juga tidak mampu untuk melanjutkan perobatan gadis itu. Orang susah mereka ini dik,” jelasnya.

Dia menambahkan, ayah Winda, Elwin Saputra Tanjung, kesehariannya bekerja sebagai tukang becak. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari rumah tangga mereka, sang istri bernama Nita Rienni Pasaribu ikut mencari nafkah dengan menjajakan makanan keliling. “Begitulah kondisinya dek, rasanya mereka tidak sanggup membutuhi kehidupan mereka. Ditambah lagi harus membawa berobat Winda, saya rasa mereka memiliki keterbatasan keuangan,” jelasnya.

Terpisah, Camat Sibolga Kota  Mardi Tanjung saat dikonfrimasi di RSUD Kota Sibolga mengatakan bahwa pihaknya menyesalkan ketidakterbukaan orangtua dari Winda.

“Kita dari kecamatan sangat menyesalkan kejadian ini. Bahwasanya ada anak dari salah satu warga di Lingkungan II Pasar Belakang, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, yang sakit parah namun tidak kita ketahui apa sakitnya. Parahnya, pihak kepling, kelurahan dan kecamatan tidak mengetahuinya hingga kondisinya berlarut-larut selama delapan bulan. Orangtuanya tidak pernah memberi tahu penyakit anaknya, itu yang sangat kita sesalkan,” ungkap Mardi.

Masih katannya, ada pun informasi sehingga mereka bisa mengetahui dan segera membawa Winda ke rumah sakit, setelah pihaknya mendengar bisik-bisik tetangga. “Kepling II bernama  Amelda Wati Tarihoran mendengar desas-desus soal penyakit Winda. Setelah itu Bu Kepling langsung melaporkannya ke Kecamatan,” jelasnya.

Atas laporan itu, pada Selasa (25/2), pihaknya langsung turun ke kediaman Winda dan mengambil tindakan bersama pihak Puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksan terhadap Winda. “Setelah itulah baru kita ketahui kondisi anak itu. Ternyata sangat membutuhkan pertolongan, makanya langsung kita larikan ke rumah sakit.”

Saat bertemu keluarga pun tambah camat, kondisi Winda masih saja ditutup-tutupi. “Lalu saya katakana kepada mereka, kenapa ditutup-tutupi? Saya jelas sangat kecewa.”

Dia melanjutkan, sebagai langkah awal, pihaknya sudah berkoodinasi dengan rumah sakit agar Winda mendapatkan penangan serius.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial, agar nantinya kondisi anak kita ini dapat terbantu. Kami selaku Pemerintahan Kota Sibolga akan terus berusaha memantau kondisi dan keadaan anak tersebut. Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika mengetahui hal dan kejadian yang sama, segera melaporkan kepada pihak pemerintahan setempat.”

Sementara itu pihak RSUD Kota Sibolga melalui Humas yang dikonfirmasi wartawan koran ini, belum bisa memberikan keterangan atas penyakit yang diderita Winda.(tam/fi)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker