Berita

LSM Brantas datangi Kantor Walikota Tanjungbalai: Tutup Hotel Tresya!

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Aktivitas Barisan Rakyat Anti Penindasan (Brantas) menggelar unjukrasa di depan Kantor Walikota Tanjungbalai menuntut operasi Hotel Tresya ditutup karena dinilai melanggar beberapa kesepakatan terkait ijin hiburan.

Unjuksara yang digelar Barantas dengan membawa spanduk bertinta merah yang bertuliskan “Tutup Kembali Hiburan Malam Hotel Tresya!!!”, dikawal dan diawasi ketat dari aparat penegak hukum Polres Tanjungbalai.

Dalam Orasinya Martinus Lase, Budi Marhein dan Wandi Mangunsong dari Brantas Tanjungbalai meminta serta mendesak Walikota Tanjungbalai serta Forkopimda untuk melakukan proses hukum yang jelas dan tegas kepada pemilik Hotel Tresya yang diduga tidak memiliki izin AMDAL (Analisa Dampak Lingkungan) dan UKL-UPL, serta melanggar point komitmen persyaratan penertipan izin hotel, serta ada dugaan dibuka/dipindahkannya, dirusaknya segel Pemko Tanjungbalai, sebelum diterbitkannya ijin dari Pemko Tanjungbalai itu sendiri serta konsisten dalam penegakan supermasi hukum.

Meminta serta mendesak Walikota Tanjungbalai, menutup hiburan malam hotel Tresya untuk mengembalikan dan fitnahnya/identitas, Marwah Kota Tanjungbalai sebagai kota yang religius dan taat pada supermasi hukum.

Setelah beberapa saat berorasi dan membagikan statementnya kepada orang yang melintas di depan kantor Walikota Tanjungbalai. Perwakilan dari Pemko Tanjungbalai datang dan menyuruh masuk untuk mendengar dan menanggapi aspirasi tersebut, yang diterima langsung oleh Sekretris Daerah kota (Sekdakot) Yusmada SH MAP, Assiten I bagian Pemerintahan Nurmalini Marpaung SH serta diikuti oleh Kanit Reskrim Polsek Datuk Bandar Ipda H Pasaribu dan perwakilan dari Satpol PP M Taher.

Mendengar apa yang disampaikan Martinus Lase, Budi Marhein dan Wandi Mangunsong dari Brantas, Assiten I Bidang Pemerintahan Nurmalini Marpaung mengatakan, dari pihak Pemko Tanjungbalai sudah monitor melalui Satpol PP dan saat itu hotel Tresya tidak ada beroperasi, serta sudah sesuai dengan apa yang didugakan adik-adik bahwa buka saat malam hari Raya Idul Adha.

Sementara Sedakot Tanjungbalai Yusmada menimpali, untuk itu kami pemerintah kota saat ini masih mendengarkan sebelah pihak dari Brantas, sehingga kita harus memanggil pihak / pengusaha hotel tresya untuk hadir menjelaskan apa yang menjadi permasalahkan oleh pihak Brantas ini dan benar apa tidaknya itu nanti, pastinya akan dipanggil untuk dilakukan pertemuan hari ini juga termasuk Dinas Perizinan, Lingkungan Hidup dan Dinas Parawisata, hasilnya kita akan sampaikan, Ujarnya menutup. Mendengar hal itu pengunjukrasa membubarkan diri. dengan tertib dan aman. (ck4/rah)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close