Berita

Longsor saat Ambil Tanah Timbunan, Dua Warga Sibolga Tewas

FaseBerita.ID – Longsor terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Gang Bukit Rukun Damai Lingkungan III, Kelurahan Aek Parombunan, Sibolga Selatan, Selasa (4/8) sekira pukul 16.00 WIB. Dua orang meninggal dunia akibat kejadian, di antaranya seorang pelajar bernama Amelia Nduru (14) dan Jhony Hulu (20).

Menurut keterangan polisi, kejadian tersebut terjadi saat kedua korban yang meninggal dan dua korban selamat lainnya, Hagaria Hulu (30) dan Alvin Gea (4) mengambil tanah untuk kebutuhan bangunan, pondasi rumah Hagaria di sebuah perbukitan di Jalan Jenderal Sudirman.

“Menurut keterangan saksi atas nama Jefri Hulu (17), kejadian saat mereka mengambil tanah,” kata Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi dalam keterangannya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin.

Diterangkannya, saat itu para korban sedang memasukkan tanah kedalam karung. Tiba-tiba tanah longsor dan menimpa mereka.

“Pada waktu memasukkan tanah ke karung goni, tiba- tiba terjadi longsoran, tanah menimpa Jhony, Amelia, Alvin dan Hagaria,” terangnya.

Berkat bantuan warga, Personel Polsek Sibolga Selatan dan petugas BPBD, para korban dapat dievakuasi dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. “Mereka berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD FL Tobing Sibolga,” pungkasnya.

Saat ini Polisi masih melakukan proses penyelidikan terhadap kejadian tersebut.

Sementara itu, Jefri Hulu (17) salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian juga menceritakan apa yang menimpa para korban. “Awalnya para korban mengeruk tanah perbukitan tersebut yang digunakan untuk keperluan membangun pondasi rumah Hagaria Nduru yang merupakan warga Kelurahan Aek Parambunan.

Tiba-tiba, katanya, saat memasukkan pasir ke karung, tanah yang digali tersebut longsor dan langsung menimpa keempat korban.

Hal senada juga disampaikan oleh Boru Sinaga. “Iya dek, mereka kerap mengeruk dan mengambil pasir dari perbukitan ini untuk membangun rumah Hagaria Nduru, salah seorang korban selamat,” kata boru Sinaga.

Masih katanya, semoga kejadian ini tidak terulang lagi. “Dan saya harapkan kepada seluruh warga yang berda di Kelurahan Aek Parambunan sekiranya, dapat mempertimbangkan sebelum melakukan pengerukan. Apalagi ini musim hujan. Jangan sampai terulang yang kedua kalinya”.

Terpisah, Lurah Aek Parambunan Rain Simbolon saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa tersebut. “Peristiwa terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu keempat korban bersama seorang lainnya sedang mengeruk perbukitan dan mengambil tanah untuk kebutuhan penimbunan pondasi rumah warga yang tidak jauh dari lokasi meraka mengabil tanah perbukitan. Namun, sangat disayangkan naas menimpa keempat korban saat melakukan aktivitas. Tiba-tiba tanah perbukit longsor dan menimbun keempat korban,” kata Rain didampingi Kasi Trantib Janinul Rahmat pasca kejadian.

Disebutkan, pencarian dan evakuasi keempat korban dilakukan oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian dari Polsek Sibolga Selatan dan Kelurahan Aek Parombunan serta warga sekitar. Keempat korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari timbunan tanah longsor sekira jam 17.00 WIB. (tam/ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button