Berita

Lompat Tembok, 2 Napi Kabur dari Lapas Narkotika Simalungun

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Dua narapidana pindahan dari Rutan Cabang Pancur Batu dan Rutan Tanjung Gusta, Medan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Pamatang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Padahal, keduanya baru sebulan dua minggu dipindah ke Lapas Narkotika Raya. Keduanya melarikan diri dengan cara memanjat tembok dekat menara air Lapas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Adalah Rona (23) warga Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, dan Darwis (42) warga Jalan Budi Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Rona kiriman dari Rumah Tahanan (Rutan) Pancur Batu. Sedangkan Darwis dari Rutan Tanjung Gusta. Keduanya telah menjalani hukuman 1 tahun dari vonis hukuman 5 tahun penjara atas kasus narkotika jenis sabu.

Kalapas Narkotika Raya, Enget Prayer Manik bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP), Sinarta Tarigan saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (26/11) membenarkan kejadian itu.

“Kedua tahanan melarikan diri dengan cara manjat tembok, berjarak 1,5 meter dari menara air yang berada di belakang Lapas, karena di dinding tembok ada bekas telapak kaki dan tangannya,” ujarnya.

Setelah kejadian, petugas juga langsung memonitor CCTV. Ternyata benar. Aksi kedua tahanan yang kabur terekam CCTV. Mereka melompat ke jurang berlari ke arah hutan.

“Di dalam CCTV, kejadiannya sekira pukul 16.00 WIB, Minggu (24/11) tapi diketahui sekira pukul 17.45 WIB, saat apel pergantian shiff siang ke malam,” sebutnya.

Lanjut, Prayer Manik yang baru lima bulan menjabat sebagai Kalapas Narkotika Raya itu, saat ditanya kepada rekan-rekan satu kamarnya mengaku tidak tahu karena kedua orang itu sangat pendiam.

Prayer Manik mengatakan perkembangannya sampai saat ini belum dapat informasi. Tetapi pihaknya telah ke rumah keluarga kedua tahanan di Medan, serta melaporkan kepada keplingnya bahwa Darwis dan Rona melarikan diri dari Lapas Raya.

“Kita imbau kepada keluarganya kalau dia pulang ke rumah supaya diserahkan ke Lapas. Kita sudah koordinasi kepada Polsek Raya, juga masyarakat sekitar agar ikut membantu,” imbuhnya.

Petugas Jaga Diberi Sanksi

Sementara untuk petugas jaga nantinya akan diberikan sanksi sesuai PP No 53 tahun 2017 tentang sanksi kepada Pegawai, setelah di BAP.

“Satu regu ada delapan petugas jaga. Mereka akan kita periksa. Soal sanksi pasti ada. Sesuai PP No 35 tahun 2017, baik itu hukuman ringan, sedang dan berat. Harapan kita, pegawai supaya lebih waspadalah dalam setiap melaksanakan tugas-tugas,” tegasnya.

Sedangkan untuk kedua tahanan yang kabur, sanksi yang akan diberikan yaitu remisi atau hak-haknya akan dicabut.

“Kalau hukuman pokoknya itu tidak ada bertambah. Cuma bisa saja remisinya kita cabut atau hak-haknya kita cabut bahkan tidak akan kita ajukan,” pungkasnya. 

Kapolsek Raya Iptu Dewar Damanik juga membenarkan kaburnya napi Lapas Narkotika Pematangraya.

Saat ini pihaknya bersama pihak Lapas sedang melakukan pencarian terhadap keduanya.

“Iya benar, kami masih melakukan pencarian kedua Napi yang melarikan diri dari Lapas Narkotika Pematangraya bersama pihak Lapas,” katanya. (Mag-05/adi/des)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close