Berita

LHKPN Minus, Oknum Hakim Utang Rp175 Juta untuk Renovasi Rumah Ibu

GUNUNGSITOLI, FaseBerita.ID – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) hakim Pengadilan Negeri (PN) Gunungsitoli, Nias, Taufiq Noor Hayat, membuat terkejut. Ia hanya memililki sebuah sepedamotor senilai Rp2 juta dan aset lainnya senilai Rp6 juta. Utangnya di bank malah menumpuk Rp175 juta. Buat apa?

Selidik punya selidik, hakim Taufiq memilih membaktikan penghasilannya untuk ibunda. Utang bank Rp175 juta untuk membahagiakan ibu yang rumahnya mulai rusak di sana-sini.

“Uang itu untuk beli tanah di kampung di Boyolali, Jawa Tengah. Juga untuk renovasi rumah ibu,” kata Taufiq, seperti dikutip dari detikcom.

Kedua orang tuanya merupakan guru SMP di Solo. Taufiq menjadi anak pertama dari 4 bersaudara. Hidupnya besar di tengah kesederhanaan. “Bapak meninggal dunia tahun 2008,” ujar Taufiq yang masih melajang.

Sepeninggalnya sang ayah, Taufiq harus membantu keluarganya meneruskan hidup. Setelah lulus FH UNS Solo, ia kemudian menjadi hakim.

“Saat tugas di Parepare, pinjam uang ke bank buat renovasi rumah. Juga buat beli tanah di kampung,” tutur Taufiq.
Sebagai hakim, tugasnya nyaris tak pernah dekat dari keluarganya di Boyolali/Solo. Yaitu di Parepare Sulsel, Raba Bima NTB dan kini di Gunungsitoli.

Saat Pilpres 2019, ia izin cuti pulang ke desa sekalian nyoblos di kampungnya. Dua hari sebelum pencoblosan, ibunda meninggal dunia di pangkuannya. Adik-adiknya kini sudah bekerja, tapi belum sepenuhnya mandiri.

“Rumahnya sekarang ditinggali adik saya,” tutur Taufiq.

Apakah tidak tergoda ‘main perkara’ agar bisa lebih layak? “Ha…ha..ha..,” jawab Taufiq tertawa enggan menjawab.(int/fi)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close