Berita

Lestarikan Budaya Lokal Sejak Dini

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Himpunan Mahasiswa Dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Simalungun mempraktekkan tor-tor Sombah setiap hari Jumat di sekolah sebelum masuk ke ruang kelas.

Hal tersebut diutarakan Ketua DPC HIMAPSI Kabupaten Simalungun, Defri Damanik kepada awak koran ini, Minggu (17/11/2019) sekira pukul 13.00 WIB.

“Pemerintah dalam hal melestarikan budaya itu wajib dilaksanakan karena undang-undang yang mengatur itu, sesuai undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ujarnya.

Defri Damanik menjelaskan, artinya setiap daerah wajib menjaga dan melestarikan budaya lokal menjadi budaya nasional serta diperkenalkan sejak dini.

“Artinya ketika pemerintah punya keinginan untuk memperkenalkan ini dimulailah dari anak-anak sekolah. Karena anak-anak sekolah lebih gampang diarahkan,” sebutnya.

Sebagai bentuk dorongan kepada Pemerintah Pusat atas ditetapkannya tor-tor Sombah sebagai warisan budaya tak benda, Defri Damanik menyarankan agar Pemerintah Kabupaten mempraktekkan tor-tor sombah setiap hari Jumat di sekolah.

“Kami menyarankan dan berharap agar Pemkab Simalungun melalui Dinas Pendidikan agar dipraktekan Tor-Tor Sombah di sekolah setiap hari Jumat. Hal ini bentuk dorongan kepada Pemerintah Pusat ditetapkannya Tor-Tor Sombah sebagai warisan budaya tak benda Indonesia,” saranya.

Disampaikannya, untuk mempersiapkan ini, Dinas Pendidikan harus mempersiapkan pelatihnya terlebih duhulu. Pelatih tersebutlah yang go to school.

“Ok tidak masalah kalau pakaian training diseragamkan. Silahkan Dinas Pendidikan menyesuaikan. Itulah tugas Pemerintah mengantisipasi,” imbuhnya.

Defri Damanik menambahkan, Pemerintah harus punya tanggungjawab dalam hal pelestarian budaya dan memperkenalkan itu sejak dini kepada siswa.

“Bagaimana konsepnya bisa kita rembukkan dengan tokoh-tokoh adat, tokoh pemuda yang berhubungan dengan budaya. Tortor sombah sudah harus diperkenalkan kepada siswa dengan filosopinya,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Simalungun Samrin Girsang saat dimintai tanggapannya, mengatakan pihaknya akan menyampaikan saran tersebut kepada Pemkab Simalungun melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Ini masukan yang bagus, nanti akan kami kaji  dulu dan akan kami usulkan kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui rapat RDP. Kalau senam Jumat tidak ada lagi, atau diselang-selingi,” ucapnya merespon gagasan itu. (mag-05)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close