Berita

Lesdin Purba Korban Tewas Tersambar Kereta Api Alami Gangguan Pendengaran

FasePurba.ID – Identitas korban tersambar kereta api di dekat pintu perlintasan Jalan Pantuan Anggi, Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar, Kamis (5/03) sekira pukul 09.45 WIB, terungkap.

Korban bernama Lesdin Purba alias Pak Laura (77), beralamat di Jalan Kesatria Warga BDB Lorong 24 No.19, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

Korban hobi jalan kaki, namun kondisi pendengaran sudah terganggu. Sehingga saat berjalan kaki di rel kereta api, tidak menyadari kereta api akan melintas.

Akibatnya, korban tersambar kereta api dan korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi bagian kepala pecah dan luka di sekujur tubuh.

Menantu korban Boru Siahaan saat diwawancarai wartawan, Kamis (5/3) sekira pukul 10.40 WIB, di TKP (tempat kejadian-red), mengatakan korban mengalami gangguan pendengaran.

Baca sebelumnya: Pria Lansia Korban Tersambar Kereta Api di Siantar, Ternyata Warga BDB Bermarga Purba

“Pendengarannya itu kurang bang. Amang itu suka jalan sana jalan sini, sudah berapa kali kami ingat agar jangan ke lokasi ini,” kata Boru Siahaan (menantu korban-red).

Lebih lanjut saat ditanya wartawan apakah istri korban masih hidup, menantu korban sebut masih hidup dan sudah lansia.

Menurut pantauan wartawan dilokasi kejadian terlihat menantu korban Boru Siahaan, menangis histeris.

“Itu bapak ku… siapa yang langgar itu!!” teriak wanita paruh baya itu.

Sementara itu salah seorang warga berna Dedi Sitanggang, sebelum kejadian gerbong kereta api bermuatan barang melaju dari Kota Pematangsiantar menuju Medan. Tiba-tiba di tempat kejadian korban tersambar dan tewas ditempat.

Beberapa saat kemudian personil Polsek Siantar Timur, Polsek Siantar Barat dan Tim Inavis Reskrim Polres Pematangsiantar tiba di lokasi dan mengevakuasi jenajah korban. Untuk dibawa ke Unit Forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.

Terpisah Kapolsek Siantar Timur Iptu R Samosir saat diwawacarai wartawan menyebut awalnya pihaknya diinformasikan dari warga setempat yang menyebut ada korban yang ditabrak kereta api.

Pihaknya langsung turun ke TKP dan melakukan evakuasi terhadap jenajah korban.

Pantauan wartawan di ruang forensik RSUD Djasamen Saragih, sekira pukul 11.17 WIB nampaknya keluaga korban mulai berdatangan dan rencananya korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. (mag-03/fi)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker