Berita

Leonardo Simanjuntak ‘Teriak’ Usai Dinonjobkan Hefriansyah

SIANTAR, FaseBerita.ID – PNS Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Leonardo Simanjuntak mengadukan pencopotannya dari kursi Asisten 1 Pemerintahan ke DPRD Kota Pematangsiantar.

Leonardo mengadukan tindakan Wali Kota Hefriansyah yang mencopotnya dengan sewenang-wenang secara tertulis. Bahkan, ia menuliskan secara runut kronologi pemanggilannya ke Rumah Dinas Walikota Jalan MH Sitorus Siantar.

Saat diwawancarai wartawan Leonardo Simanjuntak mengungkapkan bahwa Walikota Hefriansyah mengarahkannya untuk melanggar peraturan PNS dalam Pilkada 2020.

Leonardo mengungkapkan Hefriansyah menyuruhnya untuk berhenti dari jabatan Asisten 1 dan fokus membantunya dalam Pilkada 2020.

Pejabat Eselon IIa ini juga menirukan ucapan Hefriansyah yang menyatakan sudah menjadi petugas Partai PDI Perjuangan. Bahkan, kata Leonardo, Hefriansyah mengaku sudah berkoordinasi dengan menantu Jokowi Boby Nasution.

Leonardo akan melaporkan kejadian ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pematangsiantar. Menurutnya, Hefriansyah sewenang-wenang memerintahkan PNS untuk melanggar peraturan.

“Dia (Hefriansyah) cuma bilang saya sekarang petugas partai PDIP. Saya mau maju Pilkada. Dia minta bantuan. Dia arahkan saya untuk melanggar pemilu karena kami ASN. Saya akan lapor ini ke Bawaslu,” ujarnya.

Leonardo yang dinonjobkan pada Senin (6/1/2020) mengatakan semau yang diadukan ke DPRD Siantar berdasarkan fakta. Ia menantang Hefriansyah untuk membuka CCTV.

Hanya saja, ia tak memiliki rekaman percakapan saat dipanggil ke rumah dinas.

“Nama-nama saksi semua saya tunjukkan. Kalau perlu CCTV dibuka,” tantangnya.

Leonardo mengatakan pencopotannya tidak memiliki alas hukum yang kuat. Ia menilai Hefriansyah telah melanggar UU 23/2014 Tentang Pemerintah Daerah, UU Nomor 10/2016 Tentang Pemilihan Kepala Daerah, PP Nomor 53/2010 Tentang Disiplin PNS, UU Nomor 5/2014 Tentang ASN. Leonardo juga segera melaporkan pencopotannya ini ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Saya tidak mau diberhentikan terkesan saya ada kesalahan. Langkah saya ke KASN dan DPRD. Pemberhentian saya tidak punya dasar hukum. Apabila cacat hukum tidak mempunyai keputusan yang mengikat,” ujarnya.

Leo menilai Hefriansyah mengangkat pejabat dengan atas dasar suka atau tidak. Banyak pejabat yang memiliki nilai rendah masih dipertahankan untuk menjadi pejabat.

“Saya tidak ingin lagi terjadi di Siantar ini menimpa orang-orang ASN. Setingkat asisten saja dicopot sewenang-wenang. Apalagi yang di bawah saya. aturan di negara ini harus dikawal. Penempatan asn itu sesuai dengan kompetensi bukan karena suka-suka. Semoga tak ada walikota seperti ini lagi,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, media mencoba menanyakan ini ke Walikota Hefriansyah. Saat ditemui usai mengikuti kegiatan di samping Rumah Dinas GKPI, Hefriansyah tampak enteng menjawab pertanyaan. Ia mengatakan semua pejabat yang dicopot sudah menjadi resiko masing-masing.

“Makanya klarifikais dengan BKD. Urusan dialah itu. Kau tanya aja dia (Leonardo). Pokoknya aku sudah dapat rekom dari KASN,” ujarnya singkat. (Mag-04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button