Berita

LBH Publik Asahan Tanjungbalai: Usut Tuntas Praktik Penjualan LKS

FaseBerita.ID – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Publik Asahan Tanjung Balai Fadli Harun Manurung SH mendesak Kepala Dinas Provsu agar mengusut tuntas dugaan persekongkolan jual beli LKS di SMAN 2 Meranti.

Fadli menilai bahwa tindakan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Kisaran, Provinsi Sumatera Utara Jumadi SPd MM terhadap Kepala SMA N 2 Meranti Budi Kuspriyanto untuk melakukan pembinaan terkait dugaan penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) masih terlalu enteng.

Rencana Jumadi hanya akan menanyakan kebenaran dugaan tersebut. Kemudian apabila benar maka dilakukan pembinaan agar tahun depan tidak diulangi lagi.

Baca sebelumnya: Dugaan Jual LKS di SMA N 2 Meranti Asahan, Kacabdis Kisaran…

Menurut Fadli, Jumadi selaku Kacabdis jangan hanya sekedar memberikan pembinaan saja terhadap Kepala Sekolah tersebut. Namun harus menekannya agar mengganti uang siswa yang sudah membeli LKS itu.

“Kalau cuma dikasih pembinaan, pastinya akan menjadi contoh buruk terhadap yang lainnya. Namun bagaimana agar kepala sekolah yang lain gak melakukan hal yang sama. Ya harus ganti rugi lah, agar ada efek jera,” cetus Fadli.

Menurut Fadli, sebagai pendidik itu harus menjadi contoh yang baik, bukan bertindak seperti ini yang dapat memalukan dunia pendidikan.

“Siswa itu sekolah mau menggali ilmu, yang seharusnya difasilitasi dengan baik. Ini kok malah dibebani,” pungkasnya.

Dari berita sebelumnya, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 2 Meranti, Budi Kuspriyanto membantah hal tersebut. Ia tidak merasa kalau pihak sekolah ada memerintahkan para siswa/siswinya untuk membeli LKS di salah satu tempat.

“Tidak ada bang, saya tidak pernah memerintahkan siswa/siswi kami untuk membeli LKS. Atau tidak gini aja, jumpakan saya dengan murid itu,” jelas Budi.

Sementara, dari hasil investigasi wartawan bahwa benar adanya penjualan LKS dan beberapa atribut lainnya oleh masyarakat biasa yang tinggal di Jalinsum Mendan-RantauPrapat, tepatnya di wilayah Simpang Aek Beluru, Kecamatan Meranti.

Penjual tersebut juga bukan merupakan toko atau atau koperasi sekolah melainkan hanya rumah biasa yang menyediakan LKS dan perlengkapan sekolah lainnya. (bay/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button