Berita

Larikan Sepedamotor, Pranoto Dibui 5 Tahun

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Majelis hakim memvonis terdakwa Pranoto selama 5 tahun penjara akibat melakukan pencurian sepedamotor di parkir Pengadilan Negeri, Rabu ( 20/11/2019).

Ketua Majelis Hakim Rozianti mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHPidana. Vonis yang diberikan majelis hakim sama dengan tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Melnita SH yakni sebelumnya selam 5 tahun penjara.

Mendengar vonis yang diberikan majelis hakim terdakwa hanya terdiam dan langsung meninggalkan ruang sidang begitu saja dikawal petugas.

Perbuatan terdakwa terungkap Selasa tanggal 30 Oktober 2018 sekira pukul 16.30 bertempat di Jalan Asahan KM 4 Nagori Dolok Marlawan Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

Sekira pukul 13.00 Wib terdakwa Pranoto datang ke Kantor Pengadilan Negeri Simalungun dengan maksud melihat temannya yang sedang sidang di Pengadilan Negeri Simalungun.

Setelah terdakwa selesai melihat temannya sidang, dia keluar. Sesampainya di depan Kantor Pengadilan Negeri Simalungun, terdakwa melihat 1 (satu) unit sepeda motor Vixon warna merah BK 5308 TAS milik korban Rizky Tarigan terparkir di depan kantor tersebut.

Kemudian terdakwa pergi ke tukang tempel ban yang tidak jauh dari Kantor Pengadilan. Pada saat itu terdakwa meminjam obeng kepada orang yang ada di bengkel dengan alasan akan dipergunakan memperbaiki sepedamotornya yang berada di depan kantor pengadilan.

Lalu terdakwa kembali ke kantor Pengadilan Negeri Simalungun, selanjutnya merusak kunci kontak sepedamotor hingga kunci stang dengan menggunakan obeng tersebut.

Setelah rusak kemudian terdakwa menghidupkan sepedamotor dan membawanya ke arah Kota Lima Puluh. Sesampainya di Perdagangan dimana saat itu terdakwa Pranoto membuang 1 (satu) buah obeng yang telah dipinjam tadi ke parit.

Setelah itu terdakwa pergi ke Simpang Kota Lima Puluh. Sesampainya di Simpang Lima Puluh, kemudian terdakwa berhenti di warung kopi dan pada saat minum teh manis di warung tersebut lalu menjual sepedamotor itu kepada seorang laki-laki yang tidak dikenal (daftar pencarian orang) seharga Rp3.500.000.

Setelah laki-laki tersebut memberikan uang, terdakwa langsung pulang ke rumah dengan menaiki angkutan umum. (ros)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close