Berita

Laporan Warga Sihaporas Masih Diproses

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Laporan pengaduan masyarakat Nagori Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, terkait penganiayaan terhadap korban anak di bawah umur, MTA(3) yang dilakukan Humas PT TPL Aek Nauli, BS masih diproses oleh Polres Simalungun.

Demikian diutarakan Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP M Agustiawan saat dikonfirmasi via selulernya, Minggu (29/9/2019) sekira Pukul 14.00 WIB.

“Terkait laporan masyarakat Nagori Sihaporas itu kita tinggal pemanggilan saksi-saksi untuk pembuktian terhadap laporan yang mereka laporkan ke Polres Simalungun karena sampai sekarang laporan saksi yang dihadirkan itu masih berubah-ubah terus keterangannya,” ucapnya.

Lanjut AKP M Agustiawan menerangkan bahwa pihaknya akan memanggil Bidan yang menangani perawatan korban Mario Teguh untuk dimintai keterangannya.

“Beberapa saksi sudah kita panggil dan tinggal Bidan yang menangani si anak itu, kita tinggal menunggu keterangannya saja, karena hasil visumnya kan tidak ada luka memar,” sebutnya.

Disinggung mengenai dua warga Sihaporas, yakni Tomson Ambarita dan Jonni Ambarita yang telah ditangkap oleh Polres Simalungun, Kasat Reskrim menjelaskan penangkapan itu berdasarkan bukti yang ada.

“Kita melihat bukti yang ada, Video merekam aksi mereka saat kejadian kemudian didukung hasil visum dari Rumah Sakit (RS). Penangkapan itu berdasarkan laporan pengaduan dari Security dan Karyawan PT TPL,” terangnya.

Sebelumnya Marudut Ambarita ayah dari korban MTA saat diwawancarai awak media ini menerangkan kejadian penganiayaan itu terjadi di lahan perladangan sekira 300 meter dari rumah korban, Senin (16/9/2019) sekira Pukul 11.30 WIB.

Diterangkannya, bahwa di Sihaporas itu ada tanah adat Lembaga Adat Pomparan Ompung Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) di lahan itu mereka menanam jagung sekitar 1 hektare dikelola sejak 1998 silam.

“Jadi kami menanami jagung dilokasi tiba-tiba Humas TPL beserta 10 anggotanya menyerang saya pas menanam jagung dia memukul saya dan mengeroyok saya. Ketepatan anak saya di belakang saya, sampai terkena dipukul dengan kayu hingga terkapar pingsan, saya melarikannya ke Puskesmas terdekat,” ujarnya. (mag-05)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close