Berita

Laporan Mahasiswi Belum Diproses: Dugaan Hubungan Asmara dengan Oknum Pimpinan DPRD

FaseBerita.ID – Laporan seorang mahasiswi berinisial H (22) ke Badan Kehormatan Dewan DPRD Tapanuli Tengah, hingga kini belum diproses. Sebelumnya H lewat keluarganya melaporkan oknum wakil pimpinan DPRD Tapteng dan meminta pria berinisial WSS itu bertanggung jawab atas dugaan hubungan asmara yang telah mereka lakukan beberapa tahun terakhir.

JS alias Joko, abang kandung dari H kepada media ini berharap laporan yang mereka layangkan ke Badan Kehormatan Dewan segera ditindaklanjuti agar ada titik terang tentang nasib adiknya. “Hingga saat ini laporan adik kami yang ditujukan ke BKD belum juga diprosesn” Kata Joko, Kamis(18/6) di kediamanya.

Masih katanya, surat laporan yang ditujukan oleh H kepada BKD disampaikan pada Rabu(10/6) lalu. “Kami pihak keluarga hanya ingin Wakil DPRD Tapanuli Tengah berinisial WSS dapat mempertanggung jawabkan perbuatan yang ia lakukan bersama adik kami. Sebab dengan segala bujuk rayunya, adik kami yang menjadi korban. Adik kami diiming-imingi akan dinikahi olehnya. Bahkan sampai saat ini tidak ada juga mediasi yang baik dari pihak keluarga nya,” ucapnya.

Lanjutnya, setelah menjabat menjadi wakil pimpinan di DPRD, WSS memutuskan komunikasi dengan H. Pukulan berat itu sangat dirasakan oleh H, bahkan ia lebih banyak mengurung diri dalam kamarnya, hingga suatu hari H tidak sanggup lagi untuk membendung beban mental yang ia rasakan. Selanjutnya ia bercerita dengan kakak dan sahabatnya.

“Dari situlah awalnya kita mengetahui bahwasanya adik kita dengan WS telah mengalami hubungan yang sangat mendalam,” ujarnya.

Sambungnya, padahal sebelumnya WSS dengan H menjalin komunikasi dengan baik, bahkan hubungan mereka sudah berlangsung kurang lebih dua tahun, yakni mulai 2018 sampai dengan 2019. “Saya mewakili keluarga hanya ingin agar WSS dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan memenuhi janjinya menikahi H. Namun jika memang dia tidak bertanggung jawab, akan kita tunggu proses waktu,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Badan Kehormatan DPRD Tapteng Syahrun Pasaribu yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengakui bahwa hingga saat ini laporan dari H itu belum diproses. “Kita akan proses jika ada perintah dari Ketua DPRD Tapanuli Tengah. Karena kita masih punya pimpinan, walapun saya Ketua BKD, namun yang lebih berhak adalah ketua DPRD. Kalau memang kata Ketua DPRD diproses laporannya, maka akan kita proses,” ucapnya dari seberang telepon seluler.

Sementara itu Ketua DPRD Tapteng saat hendak dikonfirmasi di gedung DPRD Tapanuli Tengah, belum berhasil ditemui. Menurut salah seorang staf yang ada di sana, Ketua DPRD sedang berada di luar kota. “Mohon maaf Bang, Ketua DPRD lagi berada di luar kota,” ucapnya singkat.

Sebelumnya WSS yang dikonfirmasi wartawan media ini lewat telepon selulernya belum memberikan jawaban. Saat didatangi ke gedung DPRD Tapteng, WSS juga belum berhasil ditemui. (tam)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close