Berita

Lapas Kelas II B Siborong-Borong Gelar Media Gathering

FaseBerita.ID – Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Siborong-Borang, Kabupaten Tapanuli Utara, menggelar media gathering kaloborasi resolusi permasyarakatan tahun 2020 bersama insan pers, di ruangan aula Lapas Kelas II B Siborong-Borong, Kamis (27/2).

Acara ini dihadiri staf pegawai Lapas Kelas II B Siborong-borong dan puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan online. Kepala Lapas Kelas II B Siborong-borong M Pithara Jaya Saragi  menjelaskan, adapun kegiatan acara media gathering dengan tema “Kolaborasi dukung resolusi pemasyarakatan tahun 2020 bersama dengan isan pers” digelar secara bersamaan seluruh Lapas yang berada di seluruh Indonesia.

Deklarasi revolusi permasyarakatan  tahun 2020 ini dilakukan berdasarakan 15 poin Surat Edaran Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-03.PR.01.01 Tahun 2020 tanggal 21 Januari 2020 tentang Revolusi Permasyarakatan tahun 2020, yang dilaksanakan secara nasonial.

Acara ini merupakan sebagai bentuk respostif dan komitmen untuk melakukan penataan dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publik, bersama dengan rekan media

Resolusi pemasyarakatan merupakan bentuk awareness pemasyarakatan dalam bentuk upaya untuk meningkat perubahan dalam bidang pelayanan terhadap masyarakat untuk ke depannya, agar nantinya setiap aktivitas dan kegitan yang terjadi di lembaga pemasyarakat ini dapat diekspos oleh media massa, guna menghilangkan citra negatif yang selama ini menjadi perbincangan oleh masyarakat di luar Lapas.

“Dengan adanya kegiatan media gathering ini, bersama rekan media diharapkan program ini akan terus terjalin dengan baik, media sebagai corong publikasi terhadap aktivitas yang dilakukan di dalam Lapas Kelas II B Siborong- borong dapat terpublikasi guna menghilangkan citra negatif di kalangan masyarakat umum. Untuk itu kita akan terus melakukan upayah agar ke depan kegiatan media gathering ini akan terus dilaksanakan,” jelas M Pithara Jaya Saragi.

Selain itu, Kalapas Kelas II B Siborong-borong siap mewujudkan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK), dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

“Kita akan komitmen dalam mewujudkan resolusi pemasyarakatan, tentunya hal itu tidak terlepas dari pentingnya peran serta media massa. Untuk itu, kami meminta dan mengharapkan agar resolusi pemasyarakatan ini terus dapat diwujudkan oleh Lapas Kelas II B Siborong-borong, melalui media massa nantinya akan bisah membangun dan mewujutka pemahaman masyarakat terhadap narapida yang berada dalam binaan,” sebutnya.

Melalui peran pentingnya media massa, masyarakat umum akan mengetahui bahwasanya Lapas tidak hanya tempat dimana para narapidana dihukum, melainkan juga melakukan pembinaan terhadap narapidana agar menjadi manusia yang memiliki keterampilan yang dapat menjadi modalnya kelak, setelah mereka selesai menjalani binaan.

Kalapas juga mengajak para insan pers untuk melihat kondisi dan keadaan narapida. Beberapa kegiatan yang mengarah hal yang positif dengan memanfaatkan lahan yang sempit, para napi dapat menghasilkan buah karya dari tangan mereka yang akan dapat dipergunakan dengan baik jika mereka kelak menghabiskan masa binaan mereka di dalam Lapas.

Jaya Saragi juga mengatakan, jumalah narapidana didominasi oleh para laki-laki, dimana jumlah narapidana yang menjalani hukuman berjumlah 615 orang dinominasi masyarakat luar Kabupaten Tapanuli Utara dengan jumlah pencapaian 85 persen dihuni oleh masyarakat luar daerah.

Untuk Kabupaten Tapanuli Utara, 15 persen merupakan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara. Dari jumlah narapidana 615 orang didominasi kasus narkoba kurang lebih dari separuh narapidana terjerat kasus narkoba.

Dari jumlah narapidana, lebih banyak jumlah mereka (Napi) dibandikan petugas keamanan Lapas. Meski begitu, Lapas Siborong-borong tetap melakukan pengamanan yang ketat dan tidak ada kata kendor terhadap peredaran narkoba. Mereka tetap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI.

“Walapun kita tidak memiliki kecanggihan teknologi keamanan seperti alat sensor terhadap tamu, namum kita tetap melakukan pengetatan terhadap tamu yang datang. Mulai dari menggeledah seluruh badan tamu yang datang secara manual, dan setiap harinya kita terus melakukan razia keamanan dan mengeledah fasilitas oleh para narapidana sebagai langkah upaya agar narapidana tidak kembali melakukan tindakan yang melanggar hukum,” jelasnya.

Sebagai pelayanan publik, sambungnya, pihak Lapas Kelas II B Siborong-borong juga akan menciptakan aplikasi kemudahan terhadap keluarga narapidana yang ingin membesuk.

“Melalui kecanggihan teknologi menggunakan Smartpon dengan menggunakan cap jempol, meraka dapat meng-akses fitur-fitur yang ada dalam aplikasi,” katanya lagi.

“Semoga acara kegitan kita ini dapat berkesinambungan guna menciptakan pemahaman terhadap Lapas. Melalui media massa, masyarakat luas dapat lebih memahami peran pentingnya Lapas,” ungkapnya. (tam/sr)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close