Berita

Lagi, Napi Pemasok Sabu ke Lapas Ditangkap

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Lagi-lagi, seorang warga binaan Lapas Kelas IIB Tanjungbalai diamankan karena terlibat jual beli sabu di dalam lapas.

Adalah Sarifuddin Sitorus (60), diringkus di Pos Pengamanan 3, Rabu (25/9/2019) sekira pukul 09.00 WIB. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai Jayanta, melalui kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Monang Saragih membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Monang Saragih, napi tersebut merupakan narapidana kasus narkoba dengan hukuman penjara 6,5 tahun dan menghuni kamar I blok C Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Tanjungbalai dan seyogyanya akan bebas sekitar 4 bulan lagi.

Kejadian berawal saat napi ini akan melewati pos pengamanan/pemeriksaan ke-3, seperti kebiasaan dirinya tidak pernah diperiksa karena selama ini berjualan rokok dan menjualnya secara eceran kepada para napi lain di setiap blok.

Namun saat itu kata Kepala KPLP ini, petugas pos pengamanan merasa curiga dan meminta napi ini untuk membuka tasnya (tempat menyimpan rokok) dan setelah dilakukan pemeriksaan maka di dalam sebuah kotak rokok ditemukan 5 bungkus plastik berisi sabu seberat 0,22 gram.

Atas temuan itu, selanjutnya pihak Lapas berkordinasi dengan Satres Narkoba Polres Tanjungbalai untuk penyidikan lebih lanjut.

Mendapat laporan dari pihak Lapas, personel Satres Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Ras Maju Tarigan dibantu oleh KBO Narkoba Ipda Eko Adhy dan anggota mendatangi Lapas dan melakukan pemeriksaan terhadap napi tersebut. Kepada petugas, napi ini berdalih bahwa sabu tersebut merupakan milik seorang napi lainnya yang telah bebas.

“Barang itu punya seorang napi, yang dulunya diperkerjakan sebagai tampin kebun dan sebelum bebas telah menanam sabu ini di dalam tanah,” akunya kepada petugas.

Ia juga mengaku bahwa sabu tersebut sudah lama ditanam namun dirinya takut untuk mengambilnya di dalam tanah dan menjualnya. Namun karena sudah tertangkap petugas, napi yang akan bebas sekitar 4 bulan lagi harus memperpanjang waktunya untuk tinggal di lapas.

Tidak percaya begitu saja, petugas Satres Narkoba ditemani petugas Lapas memeriksa tempat ditanamnya sabu tersebut, setelah di lakukan penggalian dan pemeriksaan di sekeliling lokasi yang dimaksud oleh napi tersebut, tidak ditemukan lagi sabu yang lain.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira membenarkan menerima limpahan narapidana oleh Lapas Kelas IIB Tanjungbalai dan kini masih dalam penyidikan lebih lanjut. (ck04/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button