Berita

Lagi… 5 Ha Ladang Ganja Ditemukan di Tor Simantawa, Madina

MADINA, FaseBerita.ID – Tanaman ganja seluas 5 hektare (ha) ditemukan di perbukitan Tor Simantawa, Desa Huta Tua Tinggi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Diperkirakan sekitar 30 ribu batang pohon ganja tumbuh subur di daerah itu. Bahkan, Polisi menduga mayoritas pekerjaan petani di sana adalah bertanam ganja.

Hal itu terlihat dari lokasi penemuan ganja yang ditemukan secara terpisah, yang luasnya diperkirakan sekitar 5 hektare.

Informasi dihimpun, pengungkapan ladang ganja ini bermula dari penyusupan ke lokasi target yang dilakukan oleh tim gabungan Polda Sumut dan Polres Madina.

Detelah mendapat informasi yang jelas dan kepastian, kemudian diturunkan bantuan dari personel gabungan Polres Madina dan Polsek Panyabungan yang berjumlah 25 personel.

Kapolres Madina Irsan Sinuhaji mengatakan, penggerebekan ladang ganja ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh personel Polres Madina. Pihaknya sudah beberapa kali melakukan penggerebekan ladang ganja di daerah itu.

“Hal ini sudah beberapa kali dilakukan. Namun, karena jarak tempuh yang jauh dengan Medan yang terjal, itu yang menjadi kendala bagi kita,” kata Irsan, Sabtu (7/9/2019) dalam siaran persnya.

Melihat luasnya tanaman ganja itu, polisi menduga mayoritas petani di sana kebanyakan bertanam ganja. Bahkan, sulitnya akses menuju ke lokasi menjadi keuntungan sendiri bagi masyarakat di sana.

“Karena medan (jalan red) yang terjal di lokasi di perbukitan menjadi kendala bagi Polres Madina. Sebaliknya menjadi keuntungan bagi para penanam ganja yang ada disana. Diduga mayoritas pekerjaan para petani di sana adalah menanam ganja,” kata Kapolres.

Irsan menjelaskan, pada penggerebekan dan penangkapan kali ini, tim gabungan berhasil mengamankan ladang ganja seluas 5 hektar, dengan berjumlah 30 ribu batang pohon ganja.

Batang-batang pohon ganja ini diamankan dari beberapa lokasi perbukitan yang terpisah seputaran lokasi pegunungan Tor Simantawa.

“Untuk para pelaku penanam ganja tidak berada di TKP alias kabur melarikan diri sebelum personel berada di areal perladangan ganja,” sebut Irsan.

Karena barang bukti yang diamankan terlalu banyak jumlahnya, sedangkan sarana kendaraan tidak mampu membawa keseluruhan barang bukti, maka, diambil keputusan untuk melakukan pemusnahan sebagian barang bukti di lokasi penangkapan disaksikan oleh warga sekitar dan juga perangkat desa.

“Barang bukti yang tidak dimusnahkan dibawa ke Polres Madina oleh tim gabungan guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Irsan. (Mag-01)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close