Berita

Lagi, 2 Hektare Ganja Ditemukan di Tor Sihite Madina

MADINA, FaseBerita.ID – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut dan Polres Mandailing Natal (Madina) menemukan dua hektare (Ha) ladang ganja di kawasan Tor Sihite, Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Minggu (3/11/2019).

Petugas gabungan menemukan sebanyka 7.500 batang pohon ganja siap panen.

Kabid Pemberantasan BNNP Sumut Kombes Sempana Sitepu mengatakan penemuan ladang ganja itu merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan yang dilaksanakan sebelumnya oleh tim pemberantasan BNNK Madina.

“Lahan ganja yang berhasil dimusnahkan adalah seluas kurang lebih dua hektare dengan perkiraan jumlah pohon ganja sebanyak kurang lebih 7.500 pohon ganja. Dengan ketinggian mulai dari satu meter sampai dengan tiga meter dan usia sampai dengan lima bulan atau siap panen,” jelas Kombes Sempana, Senin (4/11/2019).

Hal itu dibenarkan Kepala BNNK Madina AKBP Ramlan. Ia menerangkan, operasi ini merupakan tindak lanjut penyelidikan dari sejumlah kasus yang telah mereka tangani sebelumnya.

Operasi ini dimulai Minggu pagi sekitar pukul 7.00 WIB hingga sore sekitar pukul 17.00 WIB. Dengan menyusuri perbukitan Tor Sihite di Desa Bandar Lancat Kecamatan Panyabungan Timur.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan yang dilaksanakan sebelumnya oleh tim pemberantasan BNNK Madina,” ujarnya.

Tim gabungan BNN dan Polri mengumpulkan pohon ganja di kawasan Tor Sihite Panyabungan Timur Madina.

“Tim gabungan menemukan dua hektare ladang yang berisi tanaman ganja sekitar 7.500 batang. Dengan ketinggian 1 meter hingga 3 meter, dan usia tanaman sekitar lima bulan dan sudah siap panen,” terangnya.

AKBP Ramlan menjelaskan, kegiatan ini diharapkan peredaran gelap narkotika khususnya ganja dapat diminimalisir khususnya di wilayah Kabupaten Madina.

“Juga diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika khususnya para penanam ganja sadar bahwa usaha tanam ganja merupakan tindakan ilegal dan mau mengalihkan jenis tanamannya ke tanaman holtikultura. Sehingga predikat Kabupaten Madina sebagai penghasil ganja nomor dua di Indonesia dapat dihilangkan,” jelasnya.

Dalam operasi ini, tim gabungan tidak menemukan pemilik ladang ganja tersebut. Namun AKBP Ramlan menegaskan akan terus memburu pemiliknya.

Tim gabungan ini meliputi personel dari BNN Provinsi Sumatera Utara, BNNK Madina, BNNK Tanjung Balai, BNNK Asahan dan personil dari Polres Madina. (wan)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close