Berita

Lacak Harimau Sumatera di Sibayak, BKSDA Pasang Kamera Trap di 3 Titik

FaseBerita.ID – Adanya laporan Harimau Sumatera berkeliaran di kawasan Gunung Sibayak, BKSDA Sumut bersama Wildlife Conservation Society (WCS) telah memasang 3 kamera Trap di tiga titik. Hal ini dilakukan untuk pendeteksian keberadaan Harimau Sumatera tersebut.

“Mudah-mudahan, dengan adanya kamera trap dapat menjawab kekhawatiran masyarakat maupun pengunjung ke Gunung Sibayak. Benar ada atau tidaknya (ada harimau Sumatra), secara teknis kita tunggu pihak BKSDA,” sebut Kepala UPT Tahura BB, Ramlan Barus saat menerima kunjungan Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Dandim 0205 Tanah Karo Letkol Kav Yuli Eko Hardyanto, dan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono.

Kepala UPT Taman Hutan Raya Bukit Barisan (Tahura BB) Ramlan Barus mengakui, adanya laporan temuan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatera) di kawasan Gunung Sibayak, Kabupaten Karo.

Untuk itu, pihaknya pun telah meminta bantuan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA-Sumut) untuk melakukan pencarian dan penangkapan. BKSDA Sumut bersama Wildlife Conservation Society (WCS), telah memasang kamera trap di sejumlah lokasi, untuk merekam bukti laporan adanya harimau Sumatera di Gunung Sibayak.

Temuan harimau itu, diperoleh UPT Tahura BB dari laporan warga pada Agustus 2020. Menurut Ramlan, seorang saksi merupakan petugas retribusi Gunung Sibayak, pada Sabtu 29 Agustus 2020, melaporkan melihat keberadaan harimau melintas di pos pendakian Gunung Sibayak.

Gunung Sibayak berketinggian 2.172 mdpl berada di Kabupaten Karo, merupakan salah satu gunung favorit menjadi lokasi para pendaki. Tak hanya petugas retribusi yang mengaku melihat keberadaan harimau Sumatra. Laporan lainnya diterima UPT Tahura BB dari seorang warga, pada Minggu 30 Agustus 2020.

“Kemudian tanggal 30 Agutus 2020, warga setempat melakukan pendakian ke Gunung Sibayak juga melihat seekor harimau. Hari dan tanggal yang sama, pengunjung yang melintas di pos pendakian Gunung Sibayak juga melihat harimau Sumatra, dan sempat mengejar mobil pengunjung yang sedang melintas,” ujar Ramlan.

Sementara itu, Bupati Karo terkelin Brahmana meminta BKSDA Sumut segera melakukan pelacakan dan penangkapan terhadap harimau Sumatera yang dilaporkan warga tersebut.

“Sebelum ada korban jiwa dari masyarakat maupun pengunjung. Jangan gara-gara harimau, akhirnya daerah wisata terganggu. Apalagi kebenaran harimau Sumatera ini juga masih simpang siur, belum ada fakta secara konkret. Mudah-mudahan adanya kamera trap yang sudah dipasang, menjadi alat bukti cerita kebenarannya,” kata Terkelin.

Terkelin pun mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan pendakian Gunung Sibayak. “Saya imbau agar masyarakat tetap waspada dan hati-hati, jika bisa hindari untuk sementara waktu ke arah pendakian pos Sibayak,” katanya.

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono dan Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli Eko Hardyanto menegaskan, siap membantu BKSDA dalam melakukan perburuan Harimau Sumatera tersebut. (deo/han/smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button