Berita

Kurnia Maya Sari Meregang Nyawa karena Minta Pulang

Sebelum Dibunuh, Korban Disekap dan Diperkosa

FaseBerita.ID – Personel Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) menyingkap tabir di balik pembunuhan Kurnia Maya Sari yang terjadi di perladangan Asobe, Desa Sait Nihuta, Dolok Sanggul.

Korban yang baru bekerja tiga hari di perladangan sayur mayur tersebut dibunuh karena mengaku tidak tahan lagi bekerja di sana dan meminta untuk pulang.

Kapolres Humbahas Rudi Hartono melalui Paur Subbag Humas Bripka Syawal Lolo Bako kepada wartawan mengatakan, awalnya korban ingin kembali ke Medan pada Sabtu (26/9) sekira pukul 08.00 WIB karena tidak tahan bekerja di sana. “Namun tidak diizinkan ketiga tersangka,” kata Syawal Lolo, Kamis (1/10).

Kemudian tersangka B dan DS menutup mulut korban menggunakan lakban dan menyekap korban di gubuk, sebelum akhirnya dibunuh oleh ketiga tersangka pada keesokan harinya, Minggu (27/9) sekira pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan pengakuannya kepada penyidik, tersangka B menutup mulut korban menggunakan tangan kirinya dan memukul kepala korban menggunakan parang lalu membenturkan kepalanya ke lantai.

Baca sebelumnya:

Sementara, tersangka YP yang merupakan istri tersangka B mengikat korban dengan tangan di belakang menggunakan kain serta tangan kanannya menutup mulut korban.

“Tersangka DS memperkosa korban kemudian membacok kepala dan wajahnya menggunakan parang,” terang Syawal Lolo.

Saat ini ketiga tersangka diamankan di Mapolres Humbahas guna proses hukum selanjutnya. Mereka terancam hukuman penjara dua puluh tahun atau seumur hidup.

Sebelumnya diberitakan, personel Kepolisian Resor (Polres) Humbang Hasundutan bekerjasama dengan Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut berhasil menangkap tersangka yang diduga pelaku pembunuhan terhadap Kurnia Mayasari (33), Kecamatan Patumbak, Deli Serdang. Sebelumnya jasad korban ditemukan terbungkus sprei di sebuah gubuk di perladangan Asobe, Desa Sait Nihuta, Dolok Sanggul.

Dijelaskan, tersangka berjumlah tiga orang, satu diantaranya adalah perempuan. Mereka diringkus di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (29/9) sekira pukul 14.00 WIB. Ketiganya, merupakan pekerja yang dipekerjakan oleh EH (40), untuk bekerja di ladangnya (tempat ditemukannya mayat korban, red).

“Tersangka yakni, B warga Sunggal bersama rekannya DS warga Kecamatan Limapuluh, serta seorang perempuan berinisial YP yang juga warga Kecamatan Sunggal, Medan,” ujar Bripka Syawal Lolo Bako.

Syawal menjelaskan, pasca penemuan mayat korban, pihaknya kemudian melakukan pengembangan kasus melalui olah TKP serta memintai keterangan sejumlah saksi. Dari keterangan yang didapat, diketahui bahwa selama ini ketiga tersangka tinggal di gubuk tadi.

“Ketiga orang tersebut pada saat pertama sekali didatangi saksi sudah tidak berada ditempat dan barang-barang milik mereka juga sudah tidak ada di TKP. Diduga melarikan diri,” kata Syawal Lolo.

Selain diduga menghabisi nyawa korban, para tersangka juga membawa kabur sebuah sepedamotor Honda WIN, milik BS.

Saat ini ketiga orang yang diduga pelaku pembunuhan tersebut tengah diamankan dan rencananya akan dibawa ke Mapolres Humbahas guna penyidikan lebih lanjut. (sht)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button