Berita

Kurir Ganja 250 Kg di Sidimpuan Tabrak Mobil Polisi

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Kurir narkoba yang membawa 250 Kg ganja menggunakan dump truk, tabrak mobil milik Polres Padangsidimpuan, pada Rabu (8/1) pukul 22.00 WIB. Polisi terpaksa menembak satu pelaku untuk dilumpuhkan.

Berdasarkan informasi diperoleh, dua orang pelaku akhirnya diamankan, masing-masing berinisial AS dan PR. Sedangkan lokasi penangkapan saat ke dua pelaku mengendarai dump truk melintas di daerah perbukitan Simarsayang, Jalan Sutan Soripada Mulia.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya mengatakan, terungkapnya peredaran narkoba tersebut berawal dari informasi yang diperoleh pihak kepolisian dari masyarakat.

“Berdasarkan informasi tersebut, kita lalu melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

AS yang mengemudikan dump truk tersebut nekad menabrakkan truknya ke mobil yang kita gunakan untuk menutup badan jalan.

Di saat melakukan penyelidikan, ujar AKBP Hilman, pihaknya melihat mobil dump truk dengan nomor polisi B 9806 TYT melaju dengan kecepatan tinggi.

Polisi yang merasa curiga melakukan pengejaran dan kemudian menutup badan jalan dengan memarkirkan mobil petugas di tengah badan jalan, untuk menghentikan laju kendaraan pelaku.

“AS yang mengemudikan dump truk tersebut nekad menabrakkan truknya ke mobil yang kita gunakan untuk menutup badan jalan. Mendapati perlawanan yang diberikan oleh pelaku, terpaksa kita mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan AS di bagian kakinya,” jelas Kapolres.

Berhasil melumpuhkan pelaku, tambah Kapolres, pihaknya langsung melakukan penggeledahan dan mendapati bungkusan mencurigakan yang disusun rapi di bak truk tersebut.

“Setelah dicek, ternyata dalam bungkusan tersebut adalah narkoba jenis ganja dengan berat ditaksir sekitar 250 kilogram. Berikutnya barang bukti ganja diamankan ke Mapolres. Dan sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan kedua pelaku,” tutur Kapolres.

Diupah Rp10 Juta dan Rp20 Juta

Keduanya mengaku akan mendapatkan upah sebanyak Rp10 juta dan Rp20 juta untuk membawa 250 kilogram ganja itu. Pengakuan itu diungkapkan keduanya di hadapan Kapolresta Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya, di Mapolres.

Menurut PR, dia akan mendapatkan upah sebesar Rp10 juta apabila berhasil membawa ganja tersebut ke tempat yang dituju. Sedangkan AS mengaku akan mendapatkan Rp20 juta, karena dia merangkap sebagai supir.

“Saya disuruh sebagai supir, apabila berhasil, saya dapat Rp20 juta,” ujar AS.

Dia juga mengaku sudah mengetahui bahwa yang akan dibawanya itu adalah narkoba. Namun, karena upahnya menggiurkan, dia tidak memperdulikan resiko apa yang akan dia dapat.

Honorer Pemkab Madina

Kedua pelaku AS (25) warga Kampung Sedikit Kelurahan Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina). AS diketahui sebagai tenaga honorer di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Madina.

Temannya satu lagi yaitu, PR (44) warga Desa Padang Laru Kecamatan Panyabungan Timur.

Terkait AS yang diketahui sebagai tenaga honor di Pemkab Madina, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Madina M Wildan Nasution yang dihubungi Metro Tabagsel mengatakan, AS benar sebagai tenaga honor di salah satu dinas di Pemkab Madina. Tapi, terhitung Januari tahun 2020, AS belum diperpanjang SK pengangkatan sebagai tenaga honor.

“AS memang tenaga honor tahun 2019, tapi terhitung Januari 2020, belum ada perpanjangan kontrak. Saya sudah chek ke dinas terkait,” kata Wildan.

Mengenai kasus yang menimpa AS itu, Wildan menegaskan Pemkab Madina tidak akan memberikan bantuan hukum dikarenakan kasus yang menimpanya itu. “Tidak ada bantuan hukum, karena dia bukan tenaga honor terhitung Januari 2020. Dan, kasusnya itu sudah jelas narkoba dengan barang bukti yang sangat mengejutkan kita semua,” ungkapnya.

Wildan pun mengingatkan kepada semua Apartur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga honor agar tidak bermain-main dengan kasus hukum apalagi yang berhubungan narkoba. Dan, Pemerintah, kata Wildan tidak akan menolerir siapapun pegawai yang terlibat kasus tersebut. (tg/sd/wan/int)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close