Berita

Kurangi Risiko Bencana, Ini Lima Pihak yang Wajib Kerja Sama

TAPSEL, FaseBerita.ID – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menggelar apel hari kesiapsiagaan bencana dan simulasi evakuasi mandiri bencana gempa bumi, di lapangan Sarasi II Bintuju, Kecamatan Angkola Muaratais, Jumat (26/4).

Kepala BNPB Doni Monardo dalam amanat tertulisnya dibacakan Bupati Tapsel yang diwakili Sekda Tapsel Parulian Nasution mengatakan, selama ini bencana di Indonesia semakin terus meningkat setiap tahunnya, dengan data pada tahun 2018 jumlah kejadian bencana sebanyak 2.572 dan telah mengakibatkan korban manusia sebanyak 4.814 meninggal dan hilang.

“Sedangkan untuk luka-luka sebanyak 21.064 orang dan 10,2 juta orang mengungsi serta dengan kerugian mencapai lebih dari 100 triliun rupiah baik kerugian material maupun lainnya,” terangnya.

Untuk memahami risiko maka harus dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sehingga resiko tersebut dapat diperkecil, sesuai dengan konsep Pentahelix ada lima pihak yang harus diajak ikut serta yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media.

Dikatakan  sebagaimana catatan para pakar, beberapa bencana di Indonesia kerap berulang ada lima tahunan, sepuluh tahunan, seratus tahunan dan ribuan tahun, seperti longsor dan banjir sering berulang setiap tahun, gempa di Aceh berulang tiap dua ribu tahun, di Padang berulang setiap seratus tahun dan di Palu puluhan tahun.

“Oleh karena itu kita harus meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam menghadapi bencana, kita juga harus mengurangi potensi atau resiko bencana dengan menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi sumber masalah terutama lingkungan sekitar agar tidak terjadi kerusakan alam dan lingkungan. Saya menyambut baik serta memberi apresiasi pada kegiatan pelaksanaan ini, semoga dapat memberikan pemahaman dan menambah wawasan kita semua, yang berkaitan dengan bencana alam,” terang Sekda.

Menurutnya, kegiatan kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan tepatnya hari ini tanggal 26 April 2019, sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana.

“Untuk itu kami haturkan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya atas komitmen dan upaya bersama dalam membangun budaya sadar bencana kepada semua pihak yaitu relawan, komunitas, LSM, pemerintahan, TNI, Polri, media, lembaga usaha di berbagai bidang, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, para guru dan tenaga pendidik lainnya,” sebutnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pemasangan tenda oleh petugas Satgas PB dan Pusdalops/PB untuk simulasi evakuasi mandiri bencana gempa bumi dan dilanjutkan lomba mewarnai oleh TK/PAUD
Turut hadir dalam acara tersebut, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Kabag, Camat se-Tapsel, Forkopimcam serta ratusan siswa/siswi SMA, SMK, Pramuka, ASN dan masyarakat. (ran)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button