Berita

Kuota PPPK 168.636 dan CPNS 85.555

Pendidikan dan Kesehatan Masih Prioritas

FaseBerita.ID – Pemerintah akan membuka rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Berdasarkan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2019, alokasi CPNS dan PPPK 2019 untuk pusat 46.425. Sedangkan daerah 207.748.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan, tahun ini pemerintah menyiapkan alokasi 254.173 untuk formasi CPNS dan PPPK. Namun dari jumlah tersebut yang terbesar akan direkrut adalah PPPK.

“Dari 254.173 formasi, kuota PPPK untuk pusat dan daerah adalah 168.636. Sisanya (85.555) untuk CPNS yang terdiri dari ikatan dinas 5.769 dan pelamar umum 79.768,” kata Bima kepada JPNN, Sabtu (8/6).

Bima menambahkan, formasi PPPK lebih banyak daripada CPNS karena pemerintah fokus menyelesaikan masalah honorer K2 maupun nonkategori. Dalam rekrutmen PPPK tahap II ini, tidak hanya honorer K2 yang bisa kut. Honorer non K2 juga bisa ikut seleksi.

Sedangkan jabatan apa saja yang akan dibuka, Bima mengatakan, diproritaskan untuk jabatan berkaitan dengan layanan publik. Tenaga pendidikan dan kesehatan tetap menjadi salah satu prioritas.

“Tenaga guru masih jadi prioritas utama karena kekurangan guru. Ini akan diselesaikan duluan, ditambah jabatan lainnya,” ucapnya.

Bima lagi-lagi menegaskan, rekrutmen PPPK akan lebih dulu digelar. Kemudian seleksi CPNS. Kapan itu, menurut Bima nanti setelah rekrutmen CPNS dari sekolah kedinasan dan Papua selesai.

“Ya, triwulan ketiga PPPK-nya, setelah itu CPNS,” tandasnya.

**Honorer Berharap Jalur Khusus

Pemerintah akan membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Kuota yang akan disiapkan ada 254.173.

Besarnya kuota tersebut membuat honorer K2 berharap ada formasi khusus untuk mereka. Mereka ingin ada jalur khusus bagi honorer K2 usia di atas 35 tahun.

“Mudah-mudahan ada jalur khusus untuk honorer K2 usia 35 tahun ke atas,” Ketum Honorer K2 Indonesia Edy Kurniadi alias Bhimma kepada Jpnn, Jumat (7/6).

Untuk mewujudkan itu, Edy juga siap melakukan lobi-lobi dengan bantuan anggota DPR RI maupun menyampaikan langsung kepada menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB).

Walaupun aturannya, CPNS hanya untuk usia maksimal 35 tahun, tapi Bhimma menyatakan akan berusaha agar ada aturan khusus. Dengan aturan khusus itu mereka berharap punya peluang ikut seleksi CPNS 2019.

“Insya Allah akan ada jalan. Saya juga yakin semua forum akan memperjuangkan hal yang sama. PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) bukan tujuan perjuangan honorer K2,” tegasnya. (esy/jpnn/jp)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close