Berita

Kunjungan Gubsu di RSUD Psp: Ayo Semangat, Saya akan Kirim 2 Ribu Masker dan APD

FaseBerita.ID – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta kepada para medis untuk menangani pasien sesuai dengan Prosedur Tetap (Protap/SOP) penanganan Covid-19 sebelum melakukan rujukan ke Rumah Sakit Rujukan.

“Rumah sakit ini harus tahu, rujukan dari sini ke Medan bukan ke Adam Malik, yang kita siapkan ke Rumah Sakit GL Tobing untuk yang ringan, pasien yang sedang dan berat di Rumah Sakit Umum Martha Friska Multatuli,” kata Edy Rahmayadi, saat kunjungan ke RSUD Kota Padangsidimpuan, Selasa (7/4).

Edy juga meminta kepada para medis dari 7 kabupaten/kota yang merujuk pasien ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk melakukan langkah penanganan sesuai dengan Protap Covid-19. Sehingga tidak terjadi penolakan saat melakukan rujukan pasien ke Rumah Sakit Rujukan.

“Kalau tidak sesuai sop, memang tidak diterima. Di darurat seperti ini, semua bisa kena pidana kalau melanggar SOP. Bukan kita mau menakut-nakuti. Saya berharap ikuti prosedur, lihat kondisinya, jika tidak baik, kalau bisa didorong (dirujuk) ke Medan,” pinta Edy.

Gubernur Sumut bersama rombongan mendarat di Stadion HM Nurdin Kota Padangsidimpuan dengan menggunakan Helikopter sekitar pukul 10.00 WIB. Rombongan langsung berkunjung ke RSUD Kota Padangsidimpuan.

Sesampainya di IGD RSUD Psp, Edy meminta kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang saat itu dihadiri Walikota bersama Kapolres Kota Padangsidimpuan, Dandim 0212/TS, Kajari Padangsidimpuan agar terus mensosialisasikan tetap berdiam diri di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain.

“Yang paling baik saat ini berada di rumah. Kalau tetap harus terpaksa ke luar, gunakan masker, hindari keramaian, jaga jarak, jangan bersentuhan. Selesai keperluan, langsung pulang, bersihkan tangan, bersihkan pakaian. Tolong sosialisasikan ini, ini yang perlu diketahui semua, Kapolres, Dandim, Kajari, tolong diberitahu warga kita jangan kumpul-kumpul,” tuturnya.

Edy juga mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak perlu berlebihan menakuti virus corona yang mulai mewabah di sekitar Sumatera Utara.

“Sadar dulu kita, ini (Covid-19) adalah wabah, yang saya sampaikan ini tolong disampaikan kepada masyarakat. Perlukah kita takut? Tidak, corona tidak butuh ditakuti. Dari 100 orang yang kena corona, yang meninggal hanya 2 orang. Namun, yang menjadi persoalan adalah batas waktu berkembangnya virus ada 2 minggu, makanya perlu untuk berdiam diri dan menjaga jarak,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi para medis yang saat ini menjadi pahlawan bagi seluruh masyarakat dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. “Ayo kita semangat. Saya turun ke sini, karena rasa sayang saya kepada warga saya. Saya turun berdasarkan protap,” pungkasnya.

Pastikan Akan Mengirim 2.000 Masker

Usai memberikan semangat kepada para medis yang ada di RSUD Padangsidimpuan. Gubernur menanyakan keluhan atau yang dibutuhkan para medis di RSUD.

“Apa yang dikeluhkan atau Ibu butuh apa?” tanya Edy kepada para medis.

Dokter Nina Karmila, mewakili Tim Medis Penanganan Covid menyampaikan kebutuhan masker untuk para medis di RSUD Kota Padangsidimpuan.

“Kami butuh masker Pak, petugas di Rumah Sakit ini masker bedah kurang, karena protapnya masker bedah, termasuk saya sendiri kekurangan masker, apalagi yang perawat-perawat, belum lagi harganya tinggi, sampai 400 (ribu) per 50 biji dan masker N95 yang di ruang isolasi juga sudah habis,” pinta dr Nina.

Saat itu, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH juga menambahkan dalam rangka pencegahan dan pengendalian yang saat ini diperlukan APD bagi para medis di RSUD Kota Padangsidimpuan.

“Kalau yang APD diproduksi BLK itu untuk kebutuhan para medis di zona kuning. Rapid test juga sangat kami butuhkan di Padangsidimpuan Pak Gubernur, selain 100 Pemprovsu dan 40 dari Kemenkes yang kami punya hanya sekitar 300 sekarang,” sebut Irsan.

Di hadapan Gubernur, Walikota Padangsidimpuan juga meminta agar Pemprovsu dapat memberikan bantuan ventilator di RSUD Kota Padangsidimpuan yang menjadi Rumah Sakit Rujukan penanganan Covid-19 bagi 7 kabupaten/kota.

“Kebutuhan yang lain dari ruang isolasi, ventilator sangat terbatas. Sesuai zonasi, ada 7 kabupaten/kota, kami mohon di bantu Pak Gubernur. APD, Rapid Test, dan masker ini mudah-mudahan bisa membantu. Kalau dimungkinkan, kami berada di wilayah yang sangat padat penduduk. Akibat keterbatasan yang kami miliki untuk menambahi bantuan sosial, kalau berkenan Bapak bantu kami apalagi ini sudah mulai memasuki Ramadan,” kata Irsan.

Dari penyampaian itu, Gubernur Sumatera Utara memastikan masker akan dikirim sebanyak 2.000 ke Kota Padangsidimpuan. Edy juga menyerahkan 100 Rapid Test dan 75 APD. “Saya akan kirim 2.000 masker (besok). Masker N95 saya punya 100 ribu, tapi sedang perjalanan dari China. Tapi, kabupaten/kota lain juga membutuhkan. Rapid test saya tambah lagi 100 dan saya sedang memesan juga 56 ribu,” tuturnya.

Ia memastikan Pemprovsu akan mengupayakan kebutuhan para medis untuk penanganan pasien Covid-19. Terakhir, Edy juga memberikan semangat dan dukungan kepada para medis yang ada di RSUD Psp.

“Saya akan upayakan secepat mungkin. Jangan kalian menyerah, kita hanya takut kepada Tuhan, tetapi jangan anggap enteng, karena ini ciptaan Tuhan, nanti Allah marah, kita minta sama Allah jangan galak-galak coronanya. Kalian ini adalah rakyat saya, saya bertanggungjawab kepada semua rakyat saya. Yakinlah kita bisa melewati ini,” ujar Edy. (bsl)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button