Berita

KPU Siantar Distribusikan Logistik Pemilu

FaseBerita.ID – KPU Kota Pematangsiantar memberangkatkan logistik Pemilu ke kecamatan disaksikan Walikota Pematangsiantar, Kapolres Pematangsiantar, dan Bawaslu Siantar, Senin (15/4).

Pelepasan logistik pemilu ini mendapat pengawalan dari personel kepolisian ke seluruh kecamatan.

“Kita pihak kepolisian akan melakukan pengawalan saat pemberangkatan logistik sampai ke Kecamatan dan setiap TPS. Kita juga akan menempatkan posko-posko keamanan di tempat-tempat yang rawan,” ujar Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu SIK.

“Kami menetapkan satu polis dibantu dari pihak Linmas akan mengawal TPS. Bagi masyarakat tidak usah khawatir karena kita pihak polisi akan melakukan pengaman semaksimal mungkin sampai hari pemilu,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah mengajak masyarakat agar sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban saat pesta demokrasi berlangsung.

Ketua KPU Kota Pematangsiatar Daniel Sibarani menerangkan logistik akan didistribusikan ke selurh kecamatan. Setelah dari kecamatan kemudian disalurkan ke setiap kelurahan.

Sementara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Simalungun sejak Minggu (14/4) sudah mulai membangun Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal ini disampaikan Komisioner KPUD Devisi Informasi, Puji Rahmad Harahap, Senin (15/4).

“Dari KPU sudah seluruhnya di kirim dan posisi semua logistik, termasuk surat suara sudah di Kecamatan dan pemasangan sudah dimulai, tadi malam dan hari ini” katanya sembari menyampaikan yakin semua kebutuhan yang berkaitan dengan TPS rampung hari ini.

Dijelaskan, jumlah TPS di Kabupaten Simalungun 2.646 dan proses pengiriman logistik, penyimpanan, pengambilan hingga penyaluran ke masing-masing TPS dalam pengawasan Polisi, TNI dan penyelenggara Pemilihan Umum. Sejauh ini berjalan dengan baik dan diharapkan hal sama hingga pemilu 2019 berakhir.

Puji Harahap mendorong agar warga yang akan menentukan hak pilihnya bisa datang lebih awal sehingga tidak menumpuk pada jam-jam terakhir. Sebagaimana diketahui, proses menentukan dimulai dari pukul 7.00 WIB hingga 13.00 WIB. Namun pukul 12.00 WIb hingga 13.00 Wib dikhususkan bagi pemilih yang belum masuk daftar DPT tetapi memiliki E-KTP.

Senada disampaikan ketua KPU Simalungun, Raja Ahab. Jumlah pemilih di setiap TPS bervariasi. Namun dipastikan paling banyak 300 orang. Sedangkan jumlah DPT sebanyak 80.420. Bagi pemilih yang masuk di DPT dan sudah mendaftar sebelum pukul 12.00 WIb tetap bisa memilih hingga pukul 13.00 Wib. “Kita prediksi tidak kendala sejauh ini” terangnya dengan menambahkam logistik surat suara sudah rampung dikirim ke masing-masing Nagori.

Bawaslu Laksanakan Pengawasan Berjenjeng

Bawaslu Kota Pematangsiantar secara berjenjang melakukan pengawasan di masa tenang secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan dan di TPS sesuai instruksi Bawaslu RI no : S-0856/K.BAWASLU/PM.00.00/4/2019 mulai tanggal 14 s/d 16 April 2019 seluruh wilayah Kota Pematangsiantar.
Koordinator Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga (PHH) Bawaslu Kota Pematangsiantar, Muhammad Syahfi I Siregar pada Senin (15/4) menyampaikan imbauan kepada peserta pemilu untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang pada masa tenang sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami sampaikan imbauan ini kepada media cetak dan media elektronik di wilayah Kota Pematangsiantar dan kepada para penyelenggara reklame iklan atau agen periklanan di Kota Pematansiantar,” katanya.

Bawaslu Kota Pematangsiantar juga melakukan penertiban alat peraga kampanye dan bahan kampanye secara berjenjang dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, sesuai instruksi Bawaslu RI Nomor : 0711/K.BAWASLU/PM/01.00/03/2019 akan melaksanakan kegiatan patroli anti politik uang pada tahapan masa tenang Pemilu 2019 pada tanggal 14, 15, 16 April 2019. Bawaslu Kota Pematangsiantar telah membentuk tim pelaksana patroli Pengawasan Anti Politik Uang.

“Seluruh partai politik hendaknya tidak melakukan kegiatan metode kampanye, menghindari dari segala bentuk money politik, berita hoax dan ujaran kebencian,” kata Muhammad Syahfi I Siregar. (mag04/pam/pra/esa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button