Berita

Korupsi Pengadaan Mesin Pengelolaan Sampah Kota Tanjungbalai

Mantan Plt Kadis Kebersihan dan Pemborong Ditahan

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Mantan Plt Kadis Kebersihan dan Pasar Kota Tanjungbalai serta pemborong ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengadaan mesin pengolahan sampah anorganik pada Dinas Kebersihan dan Pasar Kota Tanjungbalai Tahun Anggaran (TA) 2015, Kamis (16/1).

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP/133/V/2018/SU/RES T BALAI, tanggal 8 Mei 2018, Polres Tanjungbalai mengamankan dua orang diduga pelaku korupsi yang berinisial H (61), pensiunan PNS (mantan Plt Kadis Kebersihan dan Pasar Kota Tanjungbalai sekaligus sebagai PA / PPK pada kegiatan pekerjaan proyek tersebut).

Tersangka kedua, AB (54), sebagai wakil direktur II CV Noprizal Azari selaku rekanan dari pengadaan pekerjaan proyek tersebut.

Kasat Reskrim AKP Selamat Kurniawan Harefa mengatakan setelah melalui proses penyidikan maka diamankan dan ditetapkan dua orang tersangka yang diduga melakukan korupsi dan tidak tertutup kemungkinan bertambah jumlahnya.

Lanjut AKP Selamat Kurniawan Harefa, dalam kasus tersebut masing masing tersangka berperan sebagai berikut, tersangka H berperan sebagai PA / PPK pada kegiatan pekerjaan proyek dan tersangka AB berperan sebagai Wakil Direktur II CV Noprizal Azari selaku rekanan dari pengadaan pekerjaan proyek tersebut. Terhadap kedua tersangka telah dilakukan penahanan di RTP Polres Tanjungbalai pada 16 Januari 2020.

“Adapun jumlah kerugian keuangan negara dari dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi senilai Rp 1.514.993.578 dan modus para tersangka melakukan tindak pidana korupsi tersebut dengan melakukan mark up dari nilai pekerjaan tersebut dengan tujuan menguntungkan diri sendiri dan orang lain.

Sementara terhadap mesin pengolahan sampah tersebut berikut dengan kelengkapan yang telah diadakan dalam proyek tersebut, tidak dijadikan barang bukti dalam kasus ini, sehubungan mesin pengolahan sampah itu telah menjadi barang inventaris milik negara (milik Pemko Tanjungbalai).

“Kepada kedua tersangka dalam perkara ini dilakukan penangkapan oleh Penyidik Satreskrim pada tanggal 15 Januari 2020 dan selanjutnya dilakukan penahanan pada 16 Januari 2020 serta dikenakan Pasal 2 dan atau pasal 3 dari UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” pungkas Kasat Reskrim AKP Selamat Kurniawan Harefa. (ck04/rah)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close