Berita

Korban Tewas Ledakan PLTP Sarulla Dimakamkan di Duri

FaseBerita.ID – Junaedi (49), chief electric PT Bormindo yang menjadi korban tewas kecelakaan kerja di pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla di Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (5/3) kemarin langsung diotopsi di RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Jenazah korban tiba Rabu (6/3) pukul 01.00 WIB dengan menggunakan ambulans yang didampingi personel Polres Taput dan Humas PT PT Bormindo.
Menurut Edi selaku Humas PT Bormindo, korban merupakan warga Duri. Istri bersama dua anaknya yang masih kecil juga tinggal di Duri.

“Usai diotopsi, jenazahnya langsung dibawa ke Duri untuk dimakamkan,” terang Edi sembari menambahkan, korban baru dua bulan bekerja di PLTP Sarulla. Edi mengatakan tidak mengetahui persis bagaimana kronologis kejadian sehingga bisa uap panas dari pipa tempat bekerja korban bisa mengeluarkan uap panas yang mengakibatkan dua pekerja luka-luka dan satu orang tewas. “Pada saat kejadian, saya tidak berada di lokasi. Jadi saya tidak tahu persis bagaimana peristiwanya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, karyawan PT Bormindo sedang melaksanakan pencucian sumur bor untuk memperlancar aliran uap panas bumi yang disalurkan dari sumur bor menuju Turbin PLTP. Akan tetapi, tiba-tiba pengatur tekanan pipa menghubungkan sumur bor dan turbin (pipa plank conection) lepas dan mengeluarkan semburan uap panas disertai suara keras sehingga mengenai 3 orang Karyawan PT Bormindo dan mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 2 orang memgalami luka-luka akibat semburan uap panas.

Korban dalam ledakan tersebut, yakni Dony (44). Ia adalah mandor PT Bormindo mengalami luka ringan di bagian tangan sebelah kanan, mengalami luka di kedua kaki .

K emudian Febrianto (31), blurf man PT Bormindo, warga Kabupaten Duri, Provinsi Riau, mengalami luka pada leher sebelah kiri.

Humas PLTP Sarulla Hindustan Sitompul mengatakan, SOL sangat menyesalkan atas kejadian insiden fatal yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang pekerja dan dua mengalami luka. Insiden itu terjadi karena adanya kebocoran pipa yang mengakibatkan keluarnya uap ke udara dan menghasilkan suara yang sangat bising di area NIL. Penyebab dari kebocoran tersebut, saat ini dalam penyelidikan. Kegiatan operasi di NIL juga sudah dihentikan.

“Chief Executive SOL, Shinichi Aburaya menyatakan mereka sangat sedih dengan kejadian tragis itu dan menyampaikan belasungkawa yang sangat tulus kepada pekerja yang terluka. Mereka tetap fokus bekerjasama dengan para pihak yang terlibat dalam proyek itu, demi mencapai zero harm,” ujar Hindustan Sitompul. (pra/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button