Berita

Korban Tewas Bus Masuk Jurang di Madina Bertambah 2 Orang

FaseBerita.ID – Jumlah korban meninggal dunia pada peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan lintas Panyabungan-Natal, Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal (Madina), pada Selasa petang (3/3), kini bertambah.

Kemarin, korban meninggal dunia ada dua orang, yaitu Muhammad Iqbal (15) dan Muhammad Ansori (15), keduanya merupakan warga Desa Purba Baru, Lembah Sorik Marapi.

Dan, menurut release dari unit Lala Lantas Polres Madina, ada dua orang lagi yang meninggal dunia, yaitu Fathur Rahman (14) dan Husni (16), korban ini juga merupakan warga Desa Purba Baru.

Fathur meninggal saat menjalani perawatan di RSU M Jamil, Kota Padang, Sumatera Barat. Sementara Husni meninggal saat dalam perjalanan dari Panyabungan ke RSU M Jamil untuk mendapatkan penanganan.

Baca sebelumnya: Mopen Masuk Jurang: 2 Pelajar Meninggal, Puluhan Luka-luka

Menurut informasi yang dihimpun, hampir semua korban penumpang mopen BB 1720 RA tersebut adalah santri di pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Mereka pulang dari liburan, karena pesantren Musthafawiyah liburnya di hari Selasa.

Kepala Unit Laka Lantas Satuan Lalu Lintas Polres Madina, Aipda Dalimunthe mengatakan, sebelum kejadian para korban pergi rekreasi ke objek wisata Sopo Tinjak Kecamatan Batang Natal.

“Menurut keterangan saksi, mereka sebelumnya pergi ke objek wisata di panatapan Sopo Tinjak. Kebetulan ada salah satu teman mereka yang ulang tahun, pulang dari situ lah di tengah jalan mereka mengalami kecelakaan,
“Korban meninggal sudah bertambah menjadi empat orang,” kata Dalimunthe sembari menyebut korban yang mengalami luka ringan sudah pulang ke orangtuanya, dan sebagian masih dirawat di RSU Panyabungan.

Kecelakaan ini terjadi di jalan lintas Panyabungan-Natal desa Hutarimbaru Kecamatan Panyabungan Selatan. Menurut data yang direlease Satuan Lalu Lintas Polres Madina, mopen 02 jenis Mitsubishi ini jalan dengan kecepatan tinggi.

Dan mopen 02 trayek Panyabungan-Purba Baru ini banyak dikeluhkan masyarakat dikarenakan laju kendaraannya selalu kecepatan tinggi. Bahkan tak jarang supir berkelahi dengan pengguna jalan lain. (wan)

Melawan Virus Corona   Pascasarjana USI  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close