HUT RI
Berita

Korban Penipuan Koperasi BNI Belum Puas

SIANTAR, FaseBerita.ID – Sejumlah nasabah Koperasi Swadharma Bank Negara Indonesia (BNI) mendatangi kantor Polresta Pematangsiantar, Jumat (23/8/2019) sekira pukul 09.00 WIB.

Mereka yang didominasi kaum ibu (emak-emak) itu mengaku menjadi korban penipuan koperasi dan sudah membuat laporan. Nah, kedatangan mereka ke kantor polisi itu untuk memertanyakan perkembangan laporan mereka. Selain itu, mereka mengaku belum puas sebab hanya Rahmad (56) dan Agus yang ditahan. Padahal masih ada tersangka lain yang masih bebas berkeliaran.

Salah seorang nasabah, Hotma Rumasi Lumbantoruan menerangkan, antara kurun waktu 2013-2016, Rahmad yang merupakan pegawai BNI berhasil menggaet nasabah untuk memindahkan tabungan mereka dari BNI ke Koperasi Swadharma. Para nasabah tertarik karena mereka dijanjikan bunga simpanan yang lebih besar. Apalagi saat itu, Rahmad selalu mengatakan koperasi tersebut milik BNI dan termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Awalnya, kata Hotma, para nasabah yang tertipu dan uangnya digelapkan dengan total Rp1,2 miliar itu membuat laporan ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu). Lalu Poldasu melimpahkan laporan ke Polres Pematangsiantar. Laporan tersebut diterima Pelawi selaku penyidik dan Winson Panjaitan.

Diterangkan Hotma, saat itu Maret 2017 mereka membuat laporan dua tahapan. Tahap pertama jumlah korban 9 orang. Sedangkan di laporan jumlah korban 19 orang.

“Namun ternyata di persidangan, di laporan yang pertama itu nama saya sebagai Ketua Forum dihilangkan. Katanya, Berkas Acara Pemeriksaan atau BAP dari Poldasu hilang, dan tidak dikirim oleh Poldasu ke Polres Siantar,” jelas Hotma.

Hotma pun menduga namanya sengaja dihilangkan.

“Soalnya bukti-bukti yang bisa menjerat tersangka ada sama saya, baik bukti pengambilan uang, tanda tangan, dan lainnya,” tukas Hotma.

Baca juga: Divonis 4 Tahun, Rahmad Terdakwa Penipuan Mengamuk

Akhirnya Hotma membuat laporan ke Polri dengan tembusan ke Mahkamah Agung (MA) serta Kejaksaan Agung (Kejagung). Selanjutnya, Kejagung menyampaikan laporan itu telah diperiksa sehingga terdakwa dihukum empat tahun penjara.

“Yang kami pertanyaan, mengapa laporan yang kedua dengan jumlah pelapor 19 orang belum dilimpahkan ke kejaksaan? Makanya kami desak Pelawi selaku penyidik di Polres Siantar untuk menyerahkannya. Dan ini baru saja diserahkan ke sana (kejaksaan),” sebutnya.

Masih kata Hotma, mereka akan berunjukrasa untuk menanyakan, mengapa hanya Rahmad dan Agus selaku Manajer Koperasi Swadharma yang ditahan.

“Mengapa Farus selaku Pimpinan Cabang, Cipta selaku pengawas dan Siti selaku bendahara masih berkeliaran di luar dan belum ditahan?” tanya Hotma, seraya menekankan ia dan rekan-rekannya masih belum puas karena masih banyak oknum yang terlibat kasus penggelapan belum ditahan.

Ia pun berharap Polres Pematangsiantar akan menahan para tersangka lainnya.

“Kasus ini sudah lama, namun belum ada penyelesaian,” ketus Hotma. (mag-03)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button