Berita

Korban Banjir Bandang Tapteng Bertambah: 9 Ditemukan Meninggal Dunia

TAPTENG, FaseBerita.ID – Jumlah korban banjir bandang dan longsor di beberapa wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) terus bertambah. Terakhir, sesuai data yang dihimpun media ini hingga Kamis (30/1) sore, sudah sembilan orang yang ditemukan dengan kondisi tak bernyawa.

Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Tengah Safaruddin Nanda Nasution kepada koran ini menyebutkan, hingga Kamis (30/1) pukul 16.00 WIB, pihaknya bersama Tim SAR Gabungan, TNI dan Polri sudah menemukan dan mengevakuasi sembilan warga yang dinyatakan tewas akibat bencana banjir longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Yang terkahir saya mendapat laporan, satu korban meninggal atas nama Ramalan Simanjuntak, umur sekira 40 tahun, ditemukan di daerah Parit Sinombar, Barus Utara. Jadi total korban tewas sampai hari ini sebanyak sembilan orang,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang korban juga ditemukan di Kecamatan Andam Dewi pada Kamis pagi. “Korban atas nama Brisman Marbun (30) warga Dusun Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi,” ujar Kordinator Pos SAR Sibolga Hari Susanto.

Menurutnya, proses evakuasi sudah dilakukan tim SAR gabungan dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga.

“Sudah, sudah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya.”

Adapun nama-nama korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah adalah, Arwirzah Tanjung (60) dan Idwarnisa (58), keduanya warga Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus. Selanjutnya Bismar Marpaung (50), Juster Sitorus (55), Pardamean br Manalu (85), Abdul Rahman (72) dan Esrin Pane (48), kelimanya beralamat di Bonan Dolok, Kecamatan Andam Dewi. Selanjutnya Brisman Marbun (30) warga Dusun Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi dan terakhir Ramalan Simanjuntak (40) warga Parit Sinombar, Barus Utara.

Sementara itu pasca bencana yang terjadi, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani turun dan meninjau seluruh lokasi terdampak bencana. Amatan wartawan, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani turun langsung ke seluruh titik lokasi terdampak bencana pada Rabu (29/1) dengan berjalan kaki dan menaiki sepedamotor. Dimulai dengan mengunjungi Desa Kinali dan Desa Pasar Tarandam di Kecamatan Barus, kemudian dilanjutkan pada malam harinya melihat jalan provinsi yang terputus total akibat longsor di Desa Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi serta dilanjutkan ke desa-desa lainnya.

Pada kesempatan itu, Bakhtiar didampingi Wakil Bupati Darwin Sitompul dan rombongan berbaur dan menyemangati warga agar tabah dan kuat dalam menghadapi musibah ini.

Bakhtiar juga mengatakan, pemerintah hadir dan berupaya maksimal dalam mengurangi beban penderitaan masyarakat atas kejadian luar biasa dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam banjir bandang dan longsor tersebut.

“Bencana alam banjir dan longsor ini terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Ada di Kecamatan Barus, Pasaribu Tobing, Andam Dewi, Sorkam Barat dan lainnya,” kata Bakhtiar.

Ia pun mengaku sudah menginstruksikan seluruh jajaran teknis di lingkungan Pemkab Tapteng, meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, RSUD Pandan dan Puskesmas serta Satpol PP untuk melakukan upaya penanggulangan bencana, evakuasi, dan pelayanan masyarakat di seluruh wilayah terdampak bencana, serta berkoordinasi dengan seluruh jajaran Forkopimda, Basarnas, pihak Kecamatan, Forkopimka, pihak Desa/Kelurahan, dan lainnya.

“Kita dibantu TNI-Polri. Kita turun bersama-sama karena hampir seluruh daerah di Kecamatan Barus ini terkena banjir. Di Kecamatan Pasaribu Tobing, Andam Dewi juga begitu, kita tim berbagi dalam menanggulangi bencana alam ini,” tuturnya.

Disebutkan, dua korban meninggal dunia di Kecamatan Barus, Arwirzah Tanjung (60) dan Idwarnisa (58), merupakan orangtua dari Aditya Melvan Tanjung, Anggota DPRD Tapteng terpilih. Bakhtiar juga turut melayat di rumah duka, memandikan jenazah dan mengkafani almarhum Aswir Tanjung, mensholatkan dan turut dalam penguburannya.

“Saya juga tadi melayat di rumah duka atas wafatnya kedua orangtua Saudara Aditya Melvan Tanjung. Bersama dengan Saudara Melvan memandikan jenazah almarhum Bapak Aswir Tanjung, mensholatkan, memberangkatkan keluarga yang meninggal dunia, hingga turut pada penguburan almarhum dan almarhumah. Kita turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami oleh seluruh warga terdampak banjir dan longsor. Semoga Bapak Ibu, Saudara-saudaraku semua tabah dan dikuatkan oleh Allah dalam menghadapi musibah ini,” ucap Bakhtiar. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button