Berita

Konpers Pencurian di Toko Roti Ganda: Hasil Curian Buat Beli Sabu, Kreta dan Foya-foya

SIANTAR, FaseBerita.ID – Para pelaku pembobolan Toko Roti Ganda Jalan Kartini mengaku uang hasil curian digunakan untuk beli sepedamotor, sabu dan foya-foya.

Hal ini terungkap dalam konfrensi pers yang digelar Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih, Jumat (17/1).

Ketiga tersangka bernama Roy Manto (30) warga Jalan Maluku Kelurahan Timbanggalung Kecamatan Siantar Barat. Kemudian Muhammad Adi Candra (41) warga Jalan Maluku Kelurahan Timbanggalung, Kecamatan Siantar Barat, dan HS (16) warga Jalan Viyata Yudha Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari.

“Menurut hasil interogasi polisi, ketiga tersangka melancarkan aksinya dengan memanjat tembok ruko di bagian sebelah kanan, dan mencongkel jendela ruko tepatnya di lantai dua. Kemudian membongkar brangkas toko dan membawa kabur uang sebesar Rp53 juta,” beber AKBP Budi.

Seterusnya ketiga tersangka berbagi hasil. Uang hasil curian dibikin buat beli sepdamotor Yamaha Vixion dan Satria Fu. Selebihnya digunakan untuk membeli Narkotika jenis Sabu dan foya-foya.

Pertama kali polisi mengamankan tersangka bernama Roy (30) dari rumahnya. Kemudian hasil dari pengakuan Roy, dua rekannya telah melarikan diri ke daerah Binjai.

Seterusnya pihak Sat Reskrim Polres Pematangsiantar melakukan pengejaran terhadap pelaku dan melakukan kerjasama dengan Polres Binjai untuk memburu kedua tersangka. Akhirnya tepatnya pada Senin (13/01/2020) di Jalan Tanah Merah Binjai Timur, keduanya diringkus.

Bobol Rumah Warga

Kejahatan pelaku ternyata sudah luar biasa. Sebelum beraksi di Toko Roti Ganda, ternyata ketiganya sudah sering membobol rumah warga.

Salahsatunya di Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara, membongkar rumah warga. Seterusnya di Jalan Dahlia Kelurahan Bukit Sofa Kecamatan Siantar Sitalasari, dan di Jalan Rajamin Purba Kelurahan Bukit Sofa Kecamatan Siantar Sitalasari.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi dari ketiganya adalah satu unit Yamaha Mio Soul warna biru, tiga unit Hp android, satu pasang sepatu, satu potong celana dan baju kaos.

“Kemudian satu unit Pianika warna hitam, satu PlayStation dan barang antik yang terbuat dari kuningan,” kata Kapolres Pematangsiantar.

Atas perbuatan mereka, dua tersangka dijerat Pasal 363 ayat 43 dan 5 dengan hukuman minimal 7 tahun penjara. Sedangkan untuk HS (16) dikenakan UU Perlindungan Anak. (Mag-03)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker