Berita

Konflik Keluarga Picu Tahanan Gantung Diri

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Yudi Hidayat (38) dipastikan bunuh diri dengan cara menjerat leher dan menggantung di dalam gudang masjid Lapas Klas 1B Salambue, Kota Padangsidimpuan, Selasa (17/9/2019).

Aksi itu dilakukannya karena dorongan konflik keluarga setelah tahanan kasus narkoba itu di dalam penjara.

Yudi ditahan atas kasus penggunaan narkoba jenis sabu. Diamankan pada Senin, 27 Mei 2019 lalu, di salah satu rumah kontrakan di Jalan Sutan M Arif, Gang Makmur, Kelurahan Batang Ayumi Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Dia diamankan bersama temannya, Rizki Rahmadani Hasibuan (23) yang merupakan warga Jalan Kasikan, Gang Regar, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Yudi sendiri saat itu mukim bersama keluarganya di Jalan Willem Iskander, Kelurahan Sadabuan, Kecamatan Psp Utara. Dan berasal dari Kampar, Riau.

Sampai kemarin, Yudi dan Rizki Rahmadani masih status tahanan di dalam Lapas. Yudi di blok A kamar 3. Sementara Rizki di kamar 1. Namun mereka sering bertemu di lapangan.

Dari Rizki kemudian diketahui, beberapa jam sebelum bunuh diri, Yudi sempat curhat soal hubungan keluarganya, sang istri menuntut cerai.

Kepala Lapas Haposan Silalahi mengungkapkan, dari pemeriksaan beberapa saksi termasuk tahanan lain teman sekamar korban, diketahui sering mengungkapkan masalah keluarganya.

“Kalau dari teman sekamarnya. Ada problem keluarga, istrinya minta cerai. Tapi kan tidak etis kita mengurusi lagi ke sana. Hanya saja kita sudah serahkan kepada istrinya semalam,” katanya saat dihubungi, Rabu (18/9) siang.

Keluarga sudah menerima jasad korban. Dan istri korban yang merupakan kepala sekolah di salahsatu sekolah menengah swasta itu juga demikian. Sementara untuk prosesi pemakaman, informasinya dilakukan di kampung halamannya di Riau.

“Sudah, sudah dibawa ke Riau oleh keluarganya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kota Psp AKP Abdi Abdillah.

Abdi juga telah menegaskan kalau korban memang bunuh diri. Itu setelah melakukan pemeriksaan di Kamar Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Kota Psp.

Sebelumnya, seorang narapidana kasus narkotika, Selasa (17/9/2019) siang ditemukan tewas tergantung dengan kabel listrik di Gudang Masjid Lembaga Permasyarakatan Klas I Salambue, Kota Padangsidimpuan.

Korban yang merupakan warga Kelurahan Sadabuan, Kecamatan Padangsidimpuan Utara itu  diduga menggantung diri di tempat yang terkunci itu.

Informasi yang dihimpun, siang itu sekira pukul 13.00 WIB, salahsatu  warga binaan Budi Martua Harahap (47) bersama dengan petugas Lapas, melihat korban Yudi Hidayat (38) di dalam gudang Masjid dengan kondisi telah tergantung.

Saat itu mereka melihat dari luar, mengintip dari angin-angin gudang. Namun saat itu kondisi pintu gudang dalam keadaan terkunci dari dalam, kemudian didobrak oleh petugas dan mereka memeriksa tubuh itu yang sudah tak bernyawa lagi.

Kepala Lapas Haposan Silalahi membenarkan peristiwa itu, namun secara detail ia belum bisa menjelaskannya. Hanya saja katanya, status korban masih merupakan tahanan Polres Kota Padangsidimpuan.

“Kalau korban nanti diserahkan atas permintaan keluarga. Tapi kan polisi masih melakukan pemeriksaan dulu,” katanya melalui telepon selularnya.

Polisi dari Reskrim Polres Kota Psp telah melakukan pemeriksaan dan olah TKP di gudang masjid tersebut. Jasad tahanan itu juga sudah diperiksa di kamar Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Kota Psp. Polisi juga mengankan seutas tali wire (kabel) sebagai barang bukti.

Korban diduga bunuh diri lantaran depresi setelah sang istri meminta cerai. Hal itu diungkapkan salah seorang saksi, Rizki Rahmadani Hasibuan (23) teman korban sebelumnya bercerita.

Terakhir mereka bertemu di teras masjid sekira pukul 10.00 WIB. Di situ, korban mengungkapkan bila ia memiliki masalah dengan istrinya yang telah meminta cerai. Keluhan korban ini juga disampaikan Rizki sebagai kesaksian kepada polisi yang melakukan pemeriksaan di TKP. (san)

iklan usi



Back to top button