Berita

Konferensi Pers Video Dugaan Suap Fee Proyek Kadis Pertanian Humbahas

Berdalih Kearifan Lokal, Uang Diterima Demi Jaga Perasaan

FaseBerita.ID – Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Ir Junter Marbun mengadakan konferensi pers terkait viralnya video oknum mirip dengan dirinya menerima uang 50 juta rupiah untuk fee sebuah proyek dari calon rekanan.

Melalui kuasa hukumnya Maruli M Purba didampingi Roy Novem Sianturi, Junter membenarkan bahwa orang dalam video yang menggegerkan warga Humbahas itu adalah dia (Junter Marbun). Akan tetapi, kuasa hukum membantah kliennya menerima suap untuk fee sebuah proyek. Dia juga mengklarifikasi bahwa video tersebut tidak mewakili seutuhnya pertemuan antara si perekam video dengan Junter.

“Video yang berdurasi sekitar 9 menit itu diambil sekira pertengahan Maret. Tidak mewakili seutuhnya pertemuan antara si perekam video berinisial HM dan juga tanpa sepengetahuan temannya berinisial PM,” kata Maruli dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat Mini, Kantor Bupati Humbahas, Bukit Inspirasi Dolok Sanggul, Rabu (4/11).

Lebih lanjut dikatakan, narasi yang berkembang seolah-olah ada peristiwa penyuapan. Fakta yang sebenarnya tidak tergambarkan dalam video itu. Video di dalam ruangan Kepala Dinas Pertanian itu tidak mencerminkan pertemuan sesungguhnya.

Baca juga: Video Fee Proyek di Humbahas, Poldasu: Kita masih Verifikasi Kebenaran Info yang Beredar itu!!

“Awal pertemuan itu hanya membicarakan tentang kelompok tani. Dan Kadis mengenal keduanya juga sebagai kelompok tani di daerah Bakkara. Pertemuan itu berlangsung sekitar satu setengah jam. Dan satu jam pertama, masih membahas seputaran kelompok tani. Dan suasananya berdiskusi dengan pintu terbuka. Dan, staf di sana bebas keluar masuk,” kata Maruli menjelaskan.

Maruli menjelaskan, sebelum peristiwa itu oknum yang diduga sebagai perekam video berinisial HM kerap bertelepon pada Kadis untuk bertanya dan meminta pekerjaan di Dinas Pertanian.

“Dalam perjalanan diskusi itulah HM dan PM melanjutkan percakapan mereka melalui seluler tentang pekerjaan yang terposkan di Onan Ganjang dan Parlilitan. Namun, dijawab oleh Kadis tidak ada pekerjaan yang disebutkan itu. Bahkan lebih jauh lagi disebutkan tidak ada pekerjaan yang bisa diberikan pada mereka di Dinas Pertanian,” jelasnya.

Menurutnya, justru HM-lah menarasikan dan berharap dapat diberikan pekerjaan sambil menawarkan fee proyek.

“Kadis mulai gerah dan suasananya ketika itu HM sedikit memaksa. Ya, seperti dalam rekaman itulah ada tawaran uang untuk fee proyek.

Hanya saja, dengan etika dan kekerabatan di sini sungkan rasanya menyuruh pulang atau mengusir. Menyudahi pembicaraan, maka disampaikanlah fee proyek 14 sampai 15 persen dengan harapan mereka sadar diri bahwa uang yang mereka tawarkan tidak sanggup. Semangatnya di situ, dengan harapan sehingga mereka segera keluar,” katanya.

Baca juga: Video Mirip Kadis Pertanian Humbahas Minta Fee Proyek Rp50 Juta Viral

Namun, karena nada pembicaraan sudah meninggi dengan kesan memaksa menggunakan alasan kekeluargaan, Kadis menyebut agar uangnya diletakkan saja. Usai beberapa menit kemudian keduanya HM dan PM barulah meninggalkan ruang kerja Kadis Pertanian.

“Esoknya, dan inilah yang tidak terekspose. Kadis menelepon agar mengambil kembali uang tadi. Namun mereka tetap memohon agar diberi pekerjaan tadi. Akhirnya, setelah 2 pekan mereka kembali mengambil kembali uang itu dari rumah kontrakan Kadis di Doloksanggul. Itulah narasi utuh dari peristiwa itu,” ujar Maruli.

Setelah itu, HM kerap menghubungi Kadis untuk meminta bantuan berupa uang dan kerap diabaikan. “Pada 27 Oktober 2020 viral-lah video rekaman pembicaraan itu. Mungkin itulah kaitannya selama ini. Sehingga cuplikan video tadi berbeda dengan narasi utuh yang kami sampaikan ini. Ini juga sudah kita laporkan pada pihak kepolisian adanya rekaman secara diam-diam tanpa kita ketahui, dan pertemuan itu bukan pertemuan publik dan direkam secara diam-diam dan melanggar UU ITE. Laporan itu, tertulis untuk ditindaklanjuti dan diproses secara hukum, karena sudah merugikan harkat dan martabat sebagai Kepala Dinas maupun secara pribadi,” ujarnya.

Maruli juga menegaskan kegiatan Konferensi Pers yang difasilitasi oleh Kadis Kominfo Drs Hotman Hutasoit itu dimaksudkan merupakan somasi terbuka pada seluruh masyarakat Humbahas agar tidak mempelintir terkait cuplikan dalam vidio itu, dan sebagai pembelajaran buat masyarakat untuk lebih bijak lagi dalam bermedia sosial.

“Belum ada putusan dan proses hukum terhadap peristiwa itu sehingga jangan ada yang menjustifikasi bahwa perbuatan itu adalah perbuatan korupsi terhadap kadis pertanian. Untuk peristiwa ini dalam cuplikan vidio itu, kami akan berangkat dari UU ITE pasal 31 ayat 2 dengan ancaman hukuman 9 tahun. Biarlah penegak hukum yang membuktikan itu. Itu yang kita tegaskan,” pungkasnya. (sht/kominfo)

iklan usi



Back to top button