Berita

Kondisi 8 Warga Humbahas Reaktif Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

14 Hari Isolasi Sudah Berakhir

HUMBAHAS, FaseBerita.ID -Sampai saat ini terdapat delapan orang warga Humbahas yang dinyatakan reaktif Covid-19  berdasarkan positif rapid test.

Kepala Dinas Kesehatan Humbahas, Hasudungan Silaban menyebut, dari delapan warga tersebut, terdapat enam orang diantaranya merupakan petugas RSUD Dolok Sanggul.

“Dua orang lainnya adalah warga sipil yang dirujuk ke RSUD Tarutung,” kata Hasudungan melalui aplikasi wa, Kamis (14/5).

Terhadap kedelapan warga tadi, Hasudungan mengatakan, pihaknya telah  melakukan tatalaksana penanganan sesuai protokol kesehatan, seperti isolasi mandiri di rumah, karena semua tidak menunjukkan gejala. Merujuk ke RSUD Tarutung untuk diambil spesimen swab.

“Dan sudah dikirim ke Medan. Kita masih menunggu hasil lae,” kata Hasudungan.

Selain itu, pihaknya  juga telah melakukan tracking kontak kepada keluarga dan warga yang pernah kontak dengan mereka.

“Sudah kita lakukan rapid test dan hasilnya negatif semua,” lmbuhnya.

Sementara itu, Direktris RSUD Dolok Sanggul, dr Netty Iriani Simanjuntak mengatakan bahwa saat ini kondisi seluruh petugas medis di Rumah Sakit itu dalam kondisi sehat. Termasuk enam petugas yang reaktif rapid test.

“Termasuk empat tenaga medis, satu orang satpam serta satu orang cleaning service yang reaktif Covid-19. Semuanya dalam kondisi sehat,” ujar Netty.

Netty menerangkan, Hari ini (14/5) masa isolasi petugas RSUD tersebut akan berakhir.

“Selama masa isolasi, mereka dalam keadaan sehat-sehat saja. Tidak ada mengalami gejala demam, pilek, badan lemas atau menunjukkan gejala Covid-19 lainnya. Karena dari awal mereka tidak ada gejala apa-apa,” tandasnya.

Masa isolasi para tenaga medis yang reaktif Covid-19 terhitung sejak 1 Mei lalu. Saat mereka kontak langsung dengan pasien melahirkan yang dinyatakan reaktif Covid-19, yang sampai saat ini kondisinya juga dalam keadaan sehat-sehat saja.

“Sehingga sesuai dengan masa inkubasi Covid-19, akan berakhir pada hari ke 14, yakni hari ini Kamis (14/5, red),” terang ketua IDI Humbahas itu.

Netty menambahkan, empat tenaga medis dan serta satpam dan cleaning service itu sudah menjalani pemeriksaan diagnostik real time PCR melalui swab/usapan tenggorokan di RSUD Tarutung. Sampelnya sudah dikirim ke Medan.

“Rapid test bukan diagnostik, tetapi sebagai screening/seleksi/pilah antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi karena ada keluhan klinis, resiko terpapar, dan sebagainya. Jadi, hasil positif pada rapid test tidak serta merta seseorang sebagai penderita Covid-19. Mesti diikuti dengan PCR. Ini penting untuk menghindari stigmatisasi di tengah masyarakat kepada yang reaktif rapid test,” jelas Netty.

Netty juga mengedukasi bahwa hasil negatif rapid test bukan berarti bebas Covid-19. Diulang kembali setelah 10 hari. Bila negatif, bebas Covid-19. Dan bila positif harus diikuti pemeriksaan RT-PCR.

“Baik yang positif dan negatif, tetap prosedur isolasi/karantina diri, karena yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans,” terangnya. (sht/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button