Berita

Komplotan Bertikai, 143 Kg Ganja Gagal Keluar Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Ganja kering sebanyak 143 kilogram gagal dikirim ke luar Kota Pematangsiantar. Penyebabnya, di antara lima anggota komplotan, terjadi pertikaian sehingga pengiriman tertunda. Sebelum dikirim kembali, empat anggota komplotan keburu ditangkap, dan ganja yang seberat 143 kilogram itu diamankan. Sedangkan bandar selaku pemilik ganja berhasil kabur.

Penangkapan dilakukan Dit Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI yang turun ke Pematangsiantar, Rabu (23/10/2019) sekira pukul 17.00 WIB. Dalam penangkapan tersebut, Dit Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI dan Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Sumatera Utara bekerja bersama dengan BNN Kota Pematangsiantar.

Kasubag Umum BNN Kota Pematangsiantar Joko Sirait, Jumat (25/10/2019) sekira pukul 10.00 WIB di ruang kerjanya menerangkan, pihaknya telah mengamankan empat tersangka. Keempatnya yaitu Irma Dinata (26) warga Jalan Tambun Timur Gang PJKA, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, dan Jhon Fredy Pangaribuan (46) warga Jalan Ahmad Yani Komplek Percetakan HKBP No 63 A, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur.

Kemudian, Budi Hutapea alias Obot (34) warga Jalan Purwo, Desa Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, dan Ahmad Rifani Simatupang alias Tupang, warga Jalan Tambun Timur Gang STTC Kecamatan Siantar Martoba.

Masih kata Joko, sebelumnya BNN Sumut dengan BNN Pematangsiantar telah memantau selama sekitar seminggu.

“Awalnya, kita mendapatkan informasi. Setelah dapat informasi, kita pastikan dulu apakah sudah A1 (benar). Kita melibatkan 20 personil ditambah dua ekor anjing pelacak dan alat pendeteksi keberadaan barang bukti,” jelas Joko.

Diakui Joko, saat penangkapan, salah seorang anggota komplotan diduga sebagai Bandar, AP melarikan diri.

“Ganja dari Aceh. Rencananya akan kirim ke luar Kota Pematangsiantar. Tapi sempat ada perselisihan di antara mereka, sehingga pengiriman ditunda. Sedangkan empat tersangka yang telah diamankan telah dibawa ke kantor BNN Sumut, termasuk barang bukti,” katanya.

Informasi dihimpun, penangkapan itu berdasarkan informasi masyarakat, yang menyebutkan di lokasi tersebut ada penyimpanan narkotika, tepatnya di dalam rumah kosong yang sebelumnya ditempati almarhumah N Siahaan.

Disebutkan, narkotika jenis ganja itu disimpan AP dan adiknya, Irma Dinata, bersama temannya Budi Hutapea alias Obot.

Pihak BNN pun memantau lokasi tersebut. Hingga kemudian, Rabu (23/10/2019) sekitar pukul 16.05 WIB, empat orang ditangkap.

Penangkapan kali pertama dilakukan di rumah Irma Dinata. Petugas menggerebek rumah orangtuanya. Saat digerebek, dari teras rumah diamankan seorang tersangka, John Freddy Pangaribuan. Ia merupakan anggota komplotan yang bertugas mengedarkan ganja. Dari dalam rumah, ditemukan empat paket ganja dengan berat total sekitar 4 kilogram.

Berdasarkan keterangan Irma Dinata, petugas menggeledah rumah kosong yang merupakan tempat penyimpanan ganja, sekitar 150 meter dari rumah Irma Dinata.

Saat dilakukan penggeledahan di salah satu rumah kosong tepatnya di samping rel kereta api, ditemukan 133 kilogram ganja yang dikubur di dalam tanah sedalam setengah meter. Tak cukup, ditemukan lagi 2 kardus berisi ganja dengan berat total 6 kilogram dan 1 unit timbangan ukuran dua kilogram berwarna merah. Sehingga total ganja yang disita sebanyak 143 kilogram.

Selanjutnya sekira pukul 18.50 WIB, Budi Hutapea alias Obot ditangkap. Dari tangannya, disita alat komunikasi yang digunakan untuk transaksi narkotika. Malam, sekira pukul 20.40 WIB, Ahmad Irfani Simatupang alias Tupang dan alat komunikasinya diamankan. Tupang selama ini berperan sebagai broker dan kurir yang mengantarkan narkotika kepada pelanggan.

Penggeledahan terus dilakukan. Sekira pukul 21.00 WIB, dilakukan penggeledahan menggunakan anjing pelacak (K-9) di TKP 2, TKP 1, dan kediaman Tupang. Hasil penggeledahan dengan anjing pelacak, hanya ditemukan beberapa plastik klip.

Selanjutnya Irma Dinata, John Fredy Pangaribuan, Budi Hutapea alias Obot dan Tupang dibawa ke kantor BNN Pematangsiantar sebelum kemudian dibawa ke kantor BNN Sumut.

Terpisah, Ketua RT 01 Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba, Hendra Lubis (50) kemarin membenarkan adanya penangkapan narkotika itu di lingkungannya.

“Telah diamankan empat orang. Sebelum penggerebekan, saya telah diberitahu melalui telepon seluler. Namun ketepatan saya lagi ada urusan di luar kota, jadi nggak bisa ikut ke sana,” katanya.

Hendra mengaku ia sama sekali tidak curiga ada yang menyimpan ganja di wilayahnya. Penggerebekan narkotika terakhir, sambungnya, sekira tujuh tahun lalu.

“Jadi saya sebagai RT di sini mengucapkan terima kasih kepada penegak hukum yang telah mengungkap kasus ini. Semoga ke depannya tak ada lagi warga yang menjual barang haram,” harapnya.

Terpisah, beberapa warga sekitar mengaku sebelumnya tak pernah melihat ada yang mendatangi rumah kosong itu.

“Makanya kami terkejut saat ada petugas datang,” tukas seorang warga. (mag-03)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button