Berita

Komnas PA Buka Pos Pengaduan Korban Eksploitasi Anak

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Mengingat banyaknya anak-anak usia sekolah dilibatkan dalam aksi unjuk rasa bersama mahasiswa di Gedung DPR-RI, Komnas Perlindungan Anak dan  Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se nusantara mendirikan pos pengaduan anak korban eksploitasi politik di Jakarta dan diberbagai kantor perwakilan Komnas Perlindungan Anak di daerah.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Komnas Perlindungan Arist Merdeka Sirait, Kamis (3/10/2019) dalam keterangan persnya.

Dia menyebutkan bahwa gelombang aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan anak usia sekolah SMP dan SMK dari berbagai daerah dengan dipersenjatai bom molotov, gir sepedamotor, sajam dan batu patut segera dihentikan.

“Sebab kedudukan anak dalam ketentuan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 33 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto UU RI nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) harus dilindungi dari eksploitasi dan pemanfaatan anak untuk tujuan  politik elite. Dengan demikian segala bentuk kegiatan politik yang melibatkan anak dalam mencapai tujuan elite dan kepentingan  politik orang atau kelompok orang dan organisasi harus dihentikan. Siapapun pelaku intelektual dibelakang pengorganisasian anak usia sekolah itu dalam unjuk rasa tersebut,” tegas Arist.

Menurutnya, Komnas Perlindungan Anak dengan segala konsekuensinya akan megambil peran menjadi garda terdepan untuk memberikan pembelaan dan perlindungan bagi anak korban eksploitasi politik. Mengingat aksi unjuk rasa yang melibatkan anak terstruktur, sistematis, terorganisir dan berkesinambungan.

“Tidak ada alasan untuk tidak  berbuat menghentikannya. Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan, penanaman paham-paham radikalisme, ujaran kebencian dan pengabaian terhadap hak anak harus dihentikan. Sebab melibatkan dan memanfaatkan anak dalam kegiatan politik adalah merupakan kejahatan terhadap anak,” jelasnya.

Oleh karena itu, jelas Arist, untuk mengakomonir permasalahan tersebut Komnas PA mendirikan Pos Pengaduan Anak Korban Eksploitasi Politik di Jakarta  dan di berbagai daerah yang tujuannya untuk merespon keluhan masyarakat  terhadap banyaknya anak hilang pasca aksi unjuk rasa, serta memberikan informasi keberadaan anak.

Di samping itu, kehadiran Pos Pengaduan dimaksudkan untuk memberikan dampingan hukum, bantuan  psikososial dan re integrasi anak dalam keluarga. Pendirian Pos Pengaduan Anak Korban Eksploitasi Politik juga dikoordinasikan dengan Direskrimum Polda Metro jaya melalui program kerjasama tukar informasi anak korban eksploitasi politik dengan  Kasubdit Renakta Polda Metro jaya.

“Untuk menindaklanjuti antisipasi supply anak-anak dari Cianjur dan Sukabumi  melakukan unjuk rasa di gedung DPR RI,  Komnas Perlindungan Anak juga membangun kerjasama dan koordinasi dengan Polresta Sukabumi dan Polres Cianjur. Saat ini Komnas Perlindungan Anak telah menerima 82 orang anak-anak yang diperlukan mendapat bantuan reintegrasi ke dalam keluarga,” kata ketua Komnas PA.

Oleh sebab itu, Kata Arist, bagi keluarga dan masyarakat yang kehilangan anak pasca unjuk rasa di  gedung DPR-RI dapat menghubungui Pos Pengaduan Komnas Perlindungan Anak untuk  anak korban Eksploitasi Politik di Jalan TB. Simatupang nomor 33 Pasar Rebo Jakarta Timur telepon (021) 841 6157 – 081394655389. Dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di masing-masing kota, kabupaten dan propinsi. (mis/osi)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close