Berita

Komnas HAM RI Turun ke Tapsel

TAPSEL, FaseBerita.ID – Dalam rangka mengumpulkan bahan untuk kepentingan pramediasi, Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) RI, turun ke Tapsel dan menggelar pertemuan dengan ahli waris almarhum Layu Rambe di Sipirok, Selasa (24/9/2019).

Amatan Metro Tabagsel, ada tiga orang tim mediasi yang hadir dengan menggunakan jalan darat dari Medan menuju Sipirok. Sekitar 15 orang warga, ahli waris almarhum Layu Rambe, telah menunggu di lokasi pertemuan, Jalan Simangambat, Pasar Sipirok.

Pada pertemuan itu, kepada tim yang turun, Hasanuddin Rambe, salah seorang ahli waris memaparkan, sesuai dengan dokumen yang dimiliki, almarhum Layu Rambe memiliki lahan dengan luas 60 hektar, yang berada di dalam areal pembangunan pembangkit listrik terbarukan diwilayah itu.

“Lahan itu awalnya dibeli dari pengusaha bioskop Batangtoru tahun 1954,” sebutnya seraya merincikan di lahan itu, ada kebun karet, kebun kopi dan sawah dan selama ini menopang hidup mereka.

Saat ini sebut Hasanuddin, jangankan mengelola, memasuki lahan itu sendiri mereka tak bisa, sebagaimana pemiliknya. Sebab, telah dikelola oleh perusahaan pembangkit listrik yang sedang dalam tahap pembangunan.

Hal serupa juga diutarakan pengacara ahli waris Layu Rambe, Bangun Siregar. Menurutnya, masyarakat sebagai warga sangat mendukung kehadiran investor karena akan berdampak pada kemajuan roda pekemonomian masyarakat sekitar. Akan tetapi, hak dasar dari warga, seperti ahli waris Layu Rambe, hendaknya juga tetap dikedepankan dan jangan dikangkangi.

“Pada dasarnya kita sangat menyambut baik kehadiran investor di daerah ini. Tetapi, hak rakyat juga harus diperhatikan secara adil,” ungkapnya, seraya menjelaskan beberapa hal kepada tim Komnas HAM yang hadir.
Menurutnya, didalam lokasi pembangunan pembangkit listrik tersebut ada sekitar 60 hektar lahan warisan Layu Rambe, yang didalamnya ada kebun dan sawah sebagai sumber penghidupan mereka selama ini. Namun, saat ini tak bisa dikelola karena sudah dikuasai perusahaan.

“Demi keadilan, hak rakyat akan terus diperjuangkan,” tegasnya seraya berharap, dengan turunnya Komnas HAM RI akan memberi harapan demi tegaknya keadilan bagi ahli waris.

Sementara itu, usai menggelar pertemuan bersama warga, Ketua Tim Mediasi Komnas HAM yang hadir Mimin Dwi Hartono kepada wartawan menyebut, pihaknya masih dalam tahap penjajakan dan pengumpulan bahan dan dokumen terkait lahan.

“Belum ada kesimpulan, masih tahap penjajakan,” tegasnya.

Usai melangsungkan pertemuan, tim akhirnya beranjak menuju Madina. Kepada ahli waris masih disarankan adanya pertemuan lanjutan dengan melengkapi dokumen dan keterangan dari lahan tersebut. (ran)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker