Berita

Komisioner KPU Kena OTT: KPU Siap Terbuka ke KPK

FaseBerita.ID – Tidak sampai 24 jam dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, KPK kembali beraksi. Salah satu komisioner KPU dan sejumlah orang diamankan lembaga antirasuah itu kemarin sore (8/1). Pimpinan KPK memastikan inisial komisioner tersebut WS alias Wahyu Setiawan.

Dia diciduk bersama beberapa orang yang di antaranya diduga anggota DPR saat hendak terbang ke Bangka Belitung. Tapi, KPK belum menjelaskan di mana lokasi penangkapan persisnya.

Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan, penjelasan detail akan disampaikan KPK hari ini. Ada dugaan tindak pidana korupsi berupa suap dalam kasus yang melibatkan anggota KPU ini.

”Kita melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap. Kami masih bekerja,” ungkap Firli kemarin sore.

Meski belum dijelaskan hingga tadi malam terkait detail kasus, Firli memberi petunjuk terkait adanya barang bukti yang turut diamankan bersama penangkapan komisioner KPU tersebut. ”OTT ketika ditemukan barang bukti ada padanya atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai bahwa dia pelaku tindak pidana,” lanjutnya.

Sementara itu, tadi malam, empat komisioner KPU mendatangi KPK. Yakni, Ketua KPU Arief Budiman dan tiga komisioner: Ilham Saputra, Pramono Ubaid Tanthowi, dan Hasyim Asy’ari.

Mereka mengonfirmasi berita OTT tersebut. Keempat komisioner diterima oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Jubir KPK Ali Fikri, dan Kabaghumas KPK Febri Diansyah. ”Beliau (Alexander) mengatakan benar, inisial Pak WS (Wahyu Setiawan) sedang dilakukan pemeriksaan,” terang Arief usai pertemuan.

Pihaknya juga berusaha mengonfirmasi perihal kasus yang menjerat Wahyu dan bersama siapa saja. Namun, pihak KPK menyatakan belum mendapat informasi detail. Hanya jumlah yang diperiksa empat orang.

Rencananya, hari ini KPK akan memberikan keterangan terkait penangkapan tersebut. Setelah selesai pemeriksaan 1 x 24 jam. Kemungkinan, lanjut Arief, pihaknya juga akan diundang dalam konferensi pers tersebut. Belum ada keterangan pula mengenai lokasi penangkapan.

”Hari ini memang jadwalnya (Wahyu) untuk tugas di luar, di Belitung,” lanjut mantan komisioner KPU Jatim itu.

Problem komunikasi juga seakan mengonfirmasi penangkapan tersebut. Selama ini, komunikasi antar sesama komisioner terbilang lancar. Namun, tidak demikian kemarin sore. ”Pak WS sejak isu ini berkembang itu sudah tidak bisa lagi saya hubungi,” tutur Arief.

Wahyu merupakan komisioner KPU kelahiran Banjarnegara, Jateng, pada 1973. Dalam perjalanan karirnya, dia pernah menjabat sebagai ketua KPU Kabupaten Banjarnegara dua periode, mulai 2003-2013.

Kemudian, menjadi anggota KPU Provinsi Jawa Tengah periode 2013-2018. Pada 2017, dia terpilih menjadi komisioner KPU RI bersama enam komisioner lain. Saat ini Wahyu menangani divisi sosialisasi dan partisipasi masyarakat di KPU.

Arief memastikan kerja KPU tidak akan terganggu atas peristiwa tersebut. Termasuk persiapan pilkada 2020.

Pihaknya juga akan terbuka kepada KPK. ”Kalau KPK membutuhkan keterangan, membutuhkan data, atau apa pun dari KPU, kami sangat terbuka,” katanya seraya menambahkan hingga tadi malam status Wahyu menurut pihak KPK masih terperiksa.

Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menyampaikan bahwa semua pihak harus menunggu lebih dulu keterangan KPK secara terperinci. Sejauh ini dia meyakini, kalaupun salah seorang komisioner KPU tersebut kena OTT KPK dan terlibat dalam praktik korupsi, itu bukan persoalan lembaga. ”Persoalan yang bersangkutan bukan persoalaan kelembagaan. Jadi, mari kita melihatnya sebagai perilaku personal yang bersangkutan,” terangnya. (JP)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker