Berita

Komisi II DPRD Sibolga Sebut Kejanggalan Perolehan PAD Perparkiran

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Komisi II DPRD Sibolga menggelar monitoring ke kantor Dinas Perhubungan, Rabu (13/11/2019). Hasilnya, ditemukan kejanggalan pada perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran.

Dimana, hingga pertengahan November, pencapaian PAD perparkiran tercatat masih 75 persen dari jumlah target yang dikenakan. Padahal, sisa waktu yang dimiliki UPT perparkiran untuk memperoleh sisanya sebesar 25 persen, tinggal 1,5 bulan lagi.

Komisi II meragukan, UPT Perpakiran dapat mengejar ketertinggalannya tersebut. Karena, masih ada sekitar Rp73.000.000 lagi PAD yang harus dikumpulkan untuk mencapai angka Rp300.000.000 sesuai target yang diberikan untuk tahun 2019.

Hal tersebut disampaikan Jamil Zeb Tumori, Koordinator Komisi II DPRD Sibolga dalam keterangan persnya di ruang kerjanya, Kamis (14/11/2019). “Kami menemukan PAD dari sektor perparkiran ada sesuatu yang kurang pas.

Dari target Rp300 juta, bahkan sampai November masih Rp227 juta (tercapai) atau 75 persen. Masih ada Rp73 juta lagi kekurangan,” kata Jamil.

Seharusnya kata Jamil lanjut menjelaskan, pencapaian yang diperoleh UPT Perparkiran hingga pertengahan November di atas 80 persen. Sehingga, untuk pencapaian target hingga akhir Desember lebih mudah. “Seharusnya sudah di atas 80 persen. Karena ini tinggal 1,5 bulan lagi,” ungkapnya.

Tak hanya dari perparkiran, masih kata Wakil Ketua DPRD Sibolga ini, pencapaian target PAD dari UPT Terminal juga dipastikan gagal, sebesar Rp250.000.000. Hal tersebut lantaran peralihan pengelolaan terminal Sibolga ke Kementerian Perhubungan. “Menurut perkiraan kita, karena adanya pengalihan Terminal Kota Sibolga ke kementrian. Sehingga terjadi ketidakpastikan penagihan sebesar Rp250 juta. Seharusnya PAD dari terminal Rp250 juta (pertahun),” pungkasnya.

Politisi muda ini juga menyebut, dalam waktu dekat pihaknya akan berangkat ke Kementerian Perhubungan, untuk memperoleh dasar hukum pembentukan terminal baru di Kota Sibolga dengan tipe C. Sehingga, pengutipan retribusi dari mobil penumpang, lapak jualan dan kamar mandi umum dapat dilakukan kembali, guna meningkatkan PAD Kota Sibolga di tahun berikutnya.

“Mendesak Pemko Sibolga mengajukan Ranperda pembentukan terminal tipe C. Sehingga seluruh retribusi dari mopen, lapak pedagang dan MCK (kamar mandi umum) bisa kita tagih. Target kita, ini bisa secepat mungkin. Karena sejak Januari sampai sekarang, tidak pernah ditagih lagi seluruh mopen, lapak dagangan dan MCK. Karena, tidak ada dasar hukumnya. Maka kami sudah sepakat tadi, bahwa tanggal 25 (November) kami akan rapat kembali dan akan berangkat ke Kementerian untuk mengambil dasar hukum pembentukan terminal tipe C. Sekarang, yang ada itu di Pekanbaru, terminal tipe C,” tukasnya.

Oleh karena itu, dia meminta agar Pemko Sibolga mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk melegalkan pengutipan retribusi dari terminal tipe C yang akan segera dibentuk. “Kami minta agar Kabag Orkum harus melakukan kajian dan Pemko Sibolga mengajukan Ranperda ke DPRD. Supaya cepat ditetapkan,” imbuhnya.

Tak hanya dua UPT tersebut, Komisi II juga menyorot perolehan PAD dari UPT Pelabuhan ASP. Untuk lebih meningkatkan perolehan PAD dari sektor ini, Jamil mengaku telah berkoordinasi dengan pengusaha kapal penyeberangan Sibolga-Nias dari PT WJL, agar seluruh kapal miliknya sandar di pelabuhan ASP, bukan hanya di pelabuhan Sambas atau Pelabuhan Pelindo Sibolga.

“Sementara untuk pelabuhan ASP terjadi penurunan. Karena komunikasi Kepala UPT pelabuhan kurang baik dengan pengusaha kapal. Sehingga kapal banyak berlabuh di pelabuhan Sambas. Sehingga mengurangi PAD. Namun kita sudah komunikasikan dengan pengusaha kapal, agar mereka tetap konsisten berlabuh di pelabuhan ASP. Sehingga bisa pencapaian PAD,” pungkasnya.

Diketahui, untuk dinas perhubungan target PAD untuk tahun 2019 yang dibebankan secara keseluruhan sebesar Rp1.637.463.000. Dan DPRD memastikan itu tidak akan tercapai. (ts)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close