Berita

Komisi I DPRD Siantar Prihatin: Ruang Isolasi RSU Djasamen hanya ada Tempat Tidur

FaseBerita.ID – RSUD Djasamen Saragih masuk dalam list rujukan perawatan infeksi Virus Corona. Hanya saja, ruang isolasi yang disediakan untuk pasien yang terinfeksi virus tersebut sangat memprihatinkan karena hanya difasilitasi tempat tidur saja.

Hal ini terungkap setelah Komisi I DPRD Siantar melakukan sidak kesiapan tenaga medis dan perlengkapan yang disediakan pihak rumah sakit, Rabu (4/3).

Kondisi ruang isolasi sangat memprihatinkan. Hanya ala kadarnya. Hal itu  memicu empat anggota dewan yang sidak geleng-geleng kepala.

“Kalau melihat seperti ini kesiapannya, jangankan orang sakit, yang sehat pun bisa meninggal di sini,” ujar Ketua Komisi I DPRD Siantar Andika Prayogi Sinaga.

Mereka tak melihat perlengkapan apa-apa selain tempat tidur tanpa alat perlengkapan medis lainnya. Apalagi gedung isolasi ini berada terpisah dengan bangunan lainnya yang ada di RSUD Djasamen Saragih, yang mana dulu merupakan ruang perawatan pasien flu burung.

Baca juga: Harga Masker di Kota Siantar Naik

Kedatangan Andika Prayogi ditemani tiga anggota dewan lainnya, yakni Baren Purba, Bintar Saragih dan Lulu C Purba. Kedatangan mereka disambut Wadir RSUD Djasamen Saragih Harlen Saragih.

Baren sempat memprotes fasilitas yang kurang memadai itu. Apalagi saat ini, rumah sakit tersebut kekosongan pimpinan usai dr Susanti pensiun dari jabatan sebagai Direktur Utama.

“Lihatlah keadannya ini, bagaimana masyarakat bisa tenang,” kata Baren.

Melihat kondisi tersebut, dalam waktu dekat Komisi I DPRD akan memanggil Dinkes dan pihak RSUD Djasamen Saragih dalam agenda Rapat Dengar Pendapat.

Sementara Wakil Direktur 1 Harlen Saragih mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan dalam menangani pasien yang mengarah terhadap Virus Corona. Namun untuk penanganan lanjutan harus dirujuk ke RSUP H Adam Malik di Medan. Mengenai hal ini, pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan tindakan sesuai prosedur.

“Soal perlengkapan peralatan medis sudah kita ajukan agar dilengkapi. Tapi hal itu tergantung pimpinan. Memang kita akui, peralatan medis di sini masih kurang,” ujarnya.

Harlen menambahkan, RSUD Djasamen Saragih belum memiliki laboratorium, Thermo Scan dan alat kesehatan untuk merawat pasien corona.

“Untuk memastikan dia mengarah Corona, itu butuh pemeriksaan laboratorium. Kita nggak punya. Kita akan rujuk nanti ke RSUP Adam Malik. Yang pertama kita atasi dulu batuknya, demamnya. Tapi kalau sudah mengarah kita rujuk,” katanya.

Adapun manajemen RSUD Djasamen Saragih telah membentuk satu tim siaga yang terdiri dari beberapa spesialis kedokteran, di antaranya dokter spesialis paru, spesialis THT, spesialis Anestesi dan spesialis penyakit dalam.

Stok Masker Kosong

Persediaan masker di beberapa apotik di kota Pematangsiantar mendadak kosong. Bahkan harga naik lima kali lipat dari sebelumnya.

Hal itu disampaikan salah seorang Pegawai Apotik Kimia Farma di Jalan Sutomo Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat, Selasa (03/03).

Staf di Apotik Kimia Farma itu mengatakan, hampir 1,5 bulan belakangan pihaknya kehabisan stok masker.

“Sudah 1,5 bulan kosong,” ujarnya.

Sebelumnya masker dijual bervariasi. Ada yang Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kotak isi 50 lembar.

“Sekarang naik lima kali lipat dari harga sebelumnya,” kata pegawai yang menolak namanya dipublikasikan.

Sementara beberapa pegawai lainnya saat ditanyai wartawan terkait bagaimana minat masyarakat untuk mendapatkan masker akhirnya-akhir ini mendadak banyak peminat.

“Peminatnya banyak bang, hampir tiap jam orang selalu datang kemari untuk mencari masker,”  ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Siantar Ronald Saragih saat dikonfirmasi terkait kekosongan masker ini tidak mau bicara banyak.

“Kalau masker yang kosong kita tidak bisa mengomentarinya. Yang pasti stok masker di rumah sakit maupun puskesmas masih terpenuhi. Tapi itu untuk dipakai petugas maupun pasien. Jadi, masyarakat tidak perlu panik. Kalau sehat tidak perlu pakai masker. Mereka yang sakit itu yang kita anjurkan harus pakai masker,” sebutnya. (Mag 04)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close