Berita

Kisah Pilu Lima Anak Yatim Ayah Meninggal Ibu Kawin Lagi

FaseBerita.ID – Kisah pilu ini dialami oleh lima anak yatim, warga Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ayah mereka meninggal. Ibu menikah lagi. Kini kelimanya hidup sebatang kara.

Kelima anak itu; Wahyudi (20), Fandi (13), Faldi (11), Rahmad (9) dan Nabila (6). Mereka kini bertahan hidup dengan kondisi yang amat memperihatinkan.

Kisah pilu berawal saat Ayah mereka Siddiq meninggal dunia lima tahun silam. Sejak saat itu pula hidup kelima anak ini mulai tak lagi terurus. Apalagi, sang ibu yang diketahui bernama Duma lebih memilih menjalin hubungan dengan pria lain dan meninggalkan anak-anak ini sejak satu tahun belakangan.

Meski dengan kondisi begitu, kelima anak ini tetap semangat dalam mengarungi kehidupan. Wahyudi sang kakak tertua pun rela banting tulang setiap hari demi memenuhi kebutuhannya dan adik-adiknya.

Wahyudi juga setiap pagi harinya telah menjadi sosok orangtua yang sigap dalam menyiapkan setiap keperluan dari masing-masing adik-adiknya yang masih menempuh pendidikan.

Faldi, Rahmad dan Nabila diketahui masih bersekolah di SD 126 Gunung Baringin dan Fandi masih dukuk di kelas satu di SMP 1 Gunung Baringin Panyabungan Timur, tak jauh dari lokasi tempat tinggal dari kelima anak-anak malang ini.

Mendapat informasi atas kondisi anak-anak ini membuat Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Madina Gong Matua bersama Kabid Pendidikan Dasar Andriansyah Siregar langsung terjun untuk memastikan.

Pantauan wartawan, Kamis (20/2) pagi, Gong dan Andri mendatangi sekolah dari anak-anak tersebut. Saat di SD 126 didampingi Kepala Sekolahnya yakni Lukman Hakim, Gong dan Andri langsung memeluk anak-anak itu. Tampak mereka juga sangat terharu mendengarkan cerita dari anak-anak itu.

Gong dan Andri juga meminta untuk melihat langsung kondisi rumah yang menjadi tempat tinggal mereka.

Saat sampai di rumah itu, kondisi rumah tampak kurang begitu layak. Tak ada listrik hanya ada lampu teplok. Bahkan, kelima anak ini setiap harinya tidur hanya beralaskan tikar.

Kepada wartawan di lokasi, Gong dan Andri mengatakan akan membantu apapun kebutuhan dari kelima anak-anak ini. “Kita akan usahakan untuk membantu kebutuhan dari anak-anak ini, dan untuk keempat anak yang masih sekolah mereka ini tak boleh putus sekolah. Saya juga sudah minta sama pak kepala sekolah agar memperhatikan mereka secara khusus,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Gong Matua.

Gong juga akan mengupayakan untuk bisa membantu tempat tinggal dari kelima anak-anak tersebut. “Kita akan upayakan dan komunikasikan segera kepada dinas terkait untuk membantu tempat tinggal anak-anak ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan akan memperhatikan anak-anak ini agar jangan sampai putus sekolah. Kata Gong, sesuai dengan visi-misi dari Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution bahwa anak-anak generasi kita tak boleh ada yang putus sekolah apapun kondisinya.

“Pak Bupati juga sangat setuju akan hal ini. Anak-anak kita jangan sampai ada yang putus sekolah. Banyak program-program dari pemerintah juga program dari pak Bupati yang sesuai dengan visi-misinya,” pungkas Gong. (Mag 01)

Universitas Simalungun  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close