Berita

Kios Sering Dibobol Maling, Pedagang Sangkumpal Bonang Tuntut ATC

FaseBerita.ID – Puluhan ibu sebagai perwakilan pemilik usaha di Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan, Rabu (29/7) siang mendatangi kantor pos Satpam di basement Plaza Anugrah Trade Center (ATC).

Mereka menuntut pengelola pasar itu, untuk lebih memperhatikan keamanan harta benda pedagang yang ada di dalam kios, sebab selama beberapa pekan belakangan ini sudah banyak kejadian serupa yang menimpa para pedagang. Di mana saat pagi hendak membuka usaha, kiosnya telah dibobol maling.

Ada kurang lebih sebanyak 24 orang kaum ibu yang merupakan pemilik usaha yang mendatangi pos Satpam. Didampingi Ketua Himpunan Pedagang Pasar Raya Sangkumpal Bonang (HPPRSB) Halomoan Harahap, yang menyampaikan keluhan tentang keamanan pasar yang mereka nilai selama ini banyak kebobolan, dan pemilik usaha rugi karena sering kehilangan.

Kaum ibu itu sesekali berteriak, agar pengelola pasar bertanggungjawab pada kerugian yang dialami pemilik kios yang mengalami kemalingan.

“Jangan pula bebankan sama Satpam. Gaji mereka aja mungkin tidak cukup mengganti kerugian itu,” kata ibu-ibu yang duduk berjejer ini, setengah berteriak.

Halomoan merunut, dalam pekan terakhir ini sudah ada lima kejadian yang menimpa pedagang. Di mana kiosnya dibobol, dan barang dagangan di dalamnya digasak hingga menyebabkan kerugian belasan hingga puluhan juta rupiah.

“Tadi pagi ada di kios 303 lantai satu yang dibobol. Toko Famel, jualan pakaian wanita. Rolling doornya sudah terbuka pada bagian bawah, beruntung barang di dalamnya belum sempat diambil,” katanya.

Kondisi Pasar Sangkumpal Bonang sebagai pusat pasar yang berdampingan dengan gedung Plaza itu, bila malam hari cenderung ramai dan gelap. Koridor yang memisahkan dua pusat perbelanjaan ini sering digunakan sebagai tempat nongkrong oleh kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti gelandang pengemis atau keompok Punk.

Sementara pada bagian dalam, di koridor-koridor pasar yang banyak akses bebas masuk ke dalamnya, tanpa lampu penerangan dan gelap.

“Katanya kalau untuk tadi malam ada tiga orang Satpam yang berjaga. Satu di Pasar Sangkumpal Bonang dan dua di Plaza,” terang Halomoan Harahap, pemilik usaha sendal dan sepatu itu.

Hari ini, sebenarnya para pedagang sudah lebih dahulu ke Markas Polres Padangsidimpuan melaporkan berbagai peristiwa kemalingan itu. Dan polisi, meminta lampiran barang bukti berupa kondisi kios yang dibobol.

Tuntutan para pedagang ada tiga poin dan sederhana, kata Bang Moan, sapaan akrab Halomoan Harahap. Di antaranya, penambahan personil Satpam utamanya di Pasar Sangkumpal Bonang. Kedua, pemasangan pintu atau mengaktifkan kembali pintu-pintu yang membatasi akses masuk sembarang orang di pasar bila malam hari.

Dan terakhir, lampu-lampu penerangan di koridor pasar agar dihidupkan.

“Kerugianya pun gak sedikit. Beberapa kios yang dibobol maling itu kebanyakan yang ada di lantai satu,” terang pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Padangsidimpuan itu.

Kepada Indra Agustiawan dari manajemen ATC dalam menanggapi pedagang itu menyampaikan, akan terlebih dahulu menyampaikan keluhan pedagang ini kepada manajer. Dan mereka berjanji akan mengaktifkan kembali pintu masuk dan keluar dari lingkungan pasar. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button