Berita

Kilang Padi DT AA Bakal Dituntut Rp3 Miliar

ASAHAN, FaseBerita.ID – Yuswanda alias Tan A Peng (30) warga Jalan Masmansyur Lk III, Kelurahan Kisaran Baru, Kabupaten Asahan, berencana menuntut pemilik Kilang Padi DT AA yang beralamat di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, sebesar Rp3 miliar akibat kebutaan mata Yuswanda sebelah kiri.

“Jika kilang padi tidak mengindahkan kerugian fisik yang saya alami saat bekerja di Kilang Padi DT AA,” ungkap Yuswanda kepada sejumlah wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), di kediamannya di Jalan Masmansyur Kisaran, Sabtu (6/4) malam.

Dijelaskannya, kebutaan mata sebelah kirinya disebabkan terbentur pintu bak truk roda 10 yang terbuat dari besi, pada tahun 2017.

“Saat itu posisi saya menyusun beras yang sudah dimasukkan ke dalam karung, namun saya masih bisa mengupayakan untuk terus bekerja di Kilang Padi DT AA untuk menghidupi diri saya. Tiga hari setelah itu, saat saya mencampur beras di dalam kawasan penggilingan padi, tiba tiba saya pingsan dan ditolong oleh Pak Rozikun rekan saya,” sebutnya.

Menurut Yuswanda, saat dirinya sadar, temannya mengatakan, jika dia (Yuswanda) tertimpa tumpukan beras, kemudian dia dilarikan ke rumah sakit, hingga dia menderita kebutaan sampai saat ini. “Anehnya, perusahaan hanya bertanggung jawab terhadap biaya perobatan saja, dia tidak menyantuni saya,” tutur Yuswanda.

Pria ini juga menambahkan, sejak tahun 2005, dia mengabdikan dirinya di Kilang Padi DT AA hingga tahun 2017. Selanjutnya, sejak mengalami kebutaan, dia diusir (ditolak bekerja kembali dikilang padi tersebut) dengan alasan tidak bisa melihat lagi. Yuswanda hanya diberi uang Rp50 juta. “Itulah gaji kamu sejak kamu bekerja,” tutur Yuswanda menirukan perkataan pemilik kilang padi itu.



Pascasarjana

Unefa
1 2Laman berikutnya
Back to top button