Berita

Ketua DPRD Sibolga Dilapor Polisi: Tuding 4 Kader Nasdem Pinjam Uang ke Walikota

FaseBerita.ID – Terkait tudingan Ketua DPRD Sibolga Akhmad Syukri Penarik pada Sidang Paripurna DPRD Kota Sibolga Rekomendasi LKPJ Walikota Sibolga tahun 2019, Kamis (28/5) yang menyebutkan isu 4 orang kader Nasdem Kota Sibolga meminjam uang dari walikota Sibolga, langsung dibantah ke empatnya dan jumat (29/5) langsung melapor ke Polres Sibolga.

Menurut humas Partai Nasdem Kota Sibolga Janner Silitonga, usai menyampaikan laporan ke Polres Sibolga bersama keempat orang yang dituding, didampingi kader dan 3 orang anggota DPRD Sibolga dari partai Nasdem di depan kantor Polres Sibolga menyampaikan bahwa hari ini, empat dari DPD Partai Nasdem Kota Sibolga melaporkan ke Polres Kota Sibolga atas dugaan melakukan pencemaran nama baik terhadap seseorang oknum anggota DPRD Sibolga yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Kota Sibolga.

“Hal ini atas penyampaian secara tertulis yang dibaca dalam rapat paripurna LKPj Walikota Sibolga tahun 2019 yang menyangkut orang tersebut dinyatakan bahwa pada intinya sesuai dengan isu yang berkembang disebutkan bahwa keempat orang, yang pertama Bismar Panjaitan, kedua Manahan Dalimunthe, ketiga Irwansyah Simanjuntak, dan ke empat Hamzah Lumban Tobing meminjam uang kepada Walikota Sibolga dengan agunan,” jelas Janner.

Menurut dia, atas dasar pernyataan tersebut yang dibacakan dalam sidang paripurna kemarin, akhirnya ke empat orang tersebut didampingi para kader partai Nasdem Kota Sibolga melaporkannya kepada Polres Sibolga atas pernyataan-pernyataan penyampaian tersebut.

“Ini masih berproses di Polres Kota Sibolga, dan ke empat pelapor telah dimintai keterangan oleh petugas Polres Sibolga dengan inti pelaporan adalah pencemaran nama baik pasal 310 ayat 1, yang berbunyi barang siapa sengaja menyerang kehormtan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui oleh umum diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau pidana denda paling banyak 4500 rupiah dan STTPL nya sudah diterima oleh saksi pelapor ke empatnya,” terang dia.

Sementara itu salah seorang saksi pelapor Bismar Panjaitan, menyampaikan dalam laporan tadi, bahwa dia bersama ketiga rekannya dituduh ada meminjam uang dari Walikota Sibolga. Sementara menurut ke empatnya bahwa mereka tidak pernah meminjam uang dari Walikota Sibolga.

“Dikatakan kami meminjam, justru kami bingung, berapa yang kami pinjam? Besarannya berapa dan kapan kami meminjam tidak disebutkan olehnya, jadinya kami bingung sekarang ini, kapan dipinjam berapa nominalnya kami tidak tahu,” ungkapnya.

Menurut Bismar, dengan adanya tudingan ini merupakan pencemaran nama baik dan fitnah karena dikatakannya ada, sementara dilakukan ke empatnya tidak ada, dan ini tentunya pencemaran nama baik di depan publik.

“Kami merasa keberatan atas penyampaikan didepan umum saat penutupan sidang paripurna DPRD Sibolga. Perlu diketahui, itu disampaikan di akhir paripurna bukan dalam proses sidang“ jelasnya.

Menurut dia, terkait adanya hak imunitas, bahwa itu ada ditempatkan dimana-mana namun jangan seenaknya bicara meletakkan hak imunitas atau kekebalan hukum dimana-mana selaku anggota DPRD.

“Kita juga 3 orang ini mantan anggota DPRD, dan kita tahu bagaimana hak imunitas anggota DPRD Itu sendiri,” kata Bismar. (mis)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker