Berita

Kesedihan Terdakwa Mati: Ayah Meninggal, Tidak Dampingi Istri Melahirkan

FaseBerita.ID – Pandapotan Rangkuti tak menyangka bila upayanya mencari dana bersalin sang istri, mengantarkannya menjadi terdakwa yang dituntut hukuman mati. Dan, Senin (24/8) siang, usai persidangan di Lapas Klas IIB Salambue, Kota Padangsidimpuan, ia untuk pertama kali bertemu bayinya yang lahir bulan April lalu.

Tangis ayah empat anak ini pun pecah ketika menggendong putri bungsu yang lahir tanpa pendampingannya. Lalu, ia mengumandangkan azan di telinga bayinya dan membacakan ayat suci. Ia pun sesenggukan melafalkan semua ayat, di telinga bayi itu.

Usai melakukan itu semua, dan bercengkerama dengan istri, Pandapotan kembali bercerita awal kejadian ia tertangkap membawa ganja. Semula, pada Jumat (7/1) awal tahun lalu, Pandapotan sedang kalut. Ayahnya terbaring sakit butuh biaya berobat. Dan, istrinya Nurmina Nasution tengah hamil tua mengandung anak keempat mereka.

Keseharian warga Desa Padang Laru, Kecamatan Panyabungan Timur, sebagai supir angkutan tak menentu berpenghasilan lebih. Maka, saat Adek, seorang warga yang sama menawarkan untuk mengantarkan ganja ke Kota Padangsidimpuan, ia pun bersedia. Apalagi, ia hanya menyetir mobil truk Hino jenis Dump Truk B 9806 TYT sudah disiapkan Adek.

Kini, Pandapotan menyesalinya. Anaknya sudah lahir, seorang perempuan dan sudah berusia 4 Bulan. Sementara sang ayah sudah meninggal dunia sebulan lalu.

“Kalau ke amangboru itu kami tidak pernah bilang kalau abang (Dapot) dipenjara. Dibilang merantau, kerja kontrak,” tutur Nurmina sesekali menahan tangis. Nurmina datang membawa dua anaknya untuk bertemu suami di dalam penjara.

Pada lain tempat, Adi Saputra Nasution alias Boja, juga sudah ditemui Adek. Ayah dari satu anak yang masih berusia 9 bulan ketika itu, juga sedang terdesak biaya kontrakan. Sementara hasil pekerjaan sebagai honorer hanya Rp 400 ribu per bulan. Itu pun dikeluarkan pada bulan ketiga.

“Dia datang dari Gunung Baringin, katanya dia ada kerja bawa beras ke Sidimpuan, nanti kalau sudah pulang, gajinya bisa beli satu karung beras,” cerita Nisah Lubis, istri Boja.

Pandapotan dan Boja yang sudah terperdaya Adek itu pun bertemu di Gunung Baringin, pada Sabtu (1/8) petang. Selanjutnya mereka ke arah Huta Tinggi, menjemput ganja. Memarkirkan truk itu dengan posisi ekor ke satu tebing bukit yang kondisinya sudah dikeruk.

Keduanya hanya di dalam mobil, orang-orang pemilik ganja yang disebut bernama Faisal itu pun melemparkan ganja-ganja itu ke dalam truk dan menyusunnya. Setelah itu, mereka pun berangkat ke Kota Padangsidimpuan tanpa kendala.

Hingga akhirnya setelah kontak-kontakan Boja dengan Faisal, serta seorang yang disebut dengan nama Roni di Padangsidimpuan. Pandapotan dan Boja akhirnya diamankan kepolisian dari Polres Kota Padangsidimpuan. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button