Berita

Kepsek Minta Rp3 Juta untuk SK Guru PTT di Kabupaten Simalungun

Pengaduan ke Ketua Forum Guru

FaseBerita.ID – Ketua Forum Guru Honor Kabupaten Simalungun Ganda Armando Silalahi mengaku banjir pengaduan, keluhan guru honor di Kabupaten Simalungun yang tetap dipungli oknum kepala sekolah (Kepsek) untuk mendapatkan surat keputusan (SK) guru honor pegawai tidak tetap (PTT) tahun 2020.

Menurut pengakuan para guru honor, posisi SK sudah di tangan Korwil Pendidikan di Kecamatan. Namun untuk mendapatkannya harus melalui Kepsek dan harus memberikan uang.

Walau sudah menjadi kesepakatan dalam dengan pendapat di Komisi IV DPRD Simalungun, bahwa SK PTT tahun 2020 untuk guru honor tidak dipungut biaya, alias gratis, namun di lapangan SK PTT tersebut merupakan ‘barang mahal’.

“Banyak mengadu ke kami, ada yang dimintai antara Rp2 hingga 3 juta per orang. Katanya oknum Kasek yang meminta. Ini menjadi dilema kepada guru honor, karena Kasek adalah atasan langsung para guru honor,” kata Ganda Armando Silalahi.

Ganda berharap, DPRD Simalungun membantu para guru honor yang sudah mengadu ke DPRD. “Sudah ada kesepakatan di hadapan DPRD Simalungun, pihak Dinas Pendidikan mengatakan gratis. Lalu apa lagi namanya jika diminta Rp2 juta,” kata Ganda Silalahi.

Ganda menyarankan kepada seluruh guru honor, agar tidak memenuhi permintaan oknum-oknum kepala sekolah tersebut.

“Pada guru menjadi tertekan, karena yang meminta adalah atasannya. Tentunya itu bukan semata-mata kebijakan kepala sekolah,” katanya.

“Kami juga meminta agar Dinas Pendidikan secara transparan menjelaskan apa persyaratan yang mereka buat untuk seorang Guru agar bisa mendapatkan SK PTT,” katanya. (fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button