Berita

Kepala Puskesmas Keluhkan Pungli di Dinkes Palas

FaseBerita.ID – Tidak tahan dijadikan “sumber mata pencaharian”, Kepala Puskesmas (Kapus) akhirnya angkat bicara terkait dugaan pungutan liar (Pungli) yang terjadi di Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Mereka mengeluhkan pungli yang diduga dilakukan bendahara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Palas atas suruhan oknum Kepala Dinas (Kadis).

Kapus mengaku pihaknya sudah tidak tahan lagi terhadap praktek yang sudah lama berlangsung ini. Apalagi praktek ini terkesan didalangi oknum Kadis, bahkan hampir setiap bulannya.

Informasi dihimpun, Kamis (26/9/2019) pungli ke-16 Puskesmas itu berupa potongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan BPJS sebesar 15 persen.

Setiap pencairan dana tersebut, para Kepala Puskesmas diwajibkan menyetor persenan yang diduga dibuat-buat Kadis tersebut melalui bendahara dinas.

Selain itu, ada juga dugaan kutipan liar sewaktu-waktu, yang tak diduga-duga dengan alasan tidak masuk akal.

Seperti baru-baru ini kutipan sebesar Rp10 juta masing-masing puskesmas untuk pengamanan perkara salah satu Puskesmas.

“Tidak masuk akal setiap ada apa-apa, yang diperas kami para Kapus ini. Alasannya mau mengamankan perkara puskesmas di Tipikor lah, mau setoran ke Bupati lah. Padahal selama ini potongan BOK dan BPJS ada. Lalu potongan itu kemana?” jelas salah seorang sumber yang juga Kepala Puskesmas di wilayah Palas.

Ketika masalah ini ditanyakan kepada Kadis Kesehatan Leli Ramayulis melalui telepon selulernya dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Katanya, bila hal seperti benar terjadi, maka seorang Kadis akan cepat kaya.

“Nggak ada itu. Kalau ada kutipan seperti itu, cepat kayalah,” ujarnya lalu menutup selulernya.

Hal serupa disampaikan Bendahara Dinas Kesehatan Pemkab Palas, Hendra. Dia juga membantah tudingan tersebut. Yang mana pungli itu diduga dilakukan melalui bendahara. “Nggak, nggak ada itu,” ujar Hendra singkat. (tan)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker