Berita

Kepala Kajari Siantar Didesak Copot Kasi Intel Bas Faomasi Jaya Laia

SIANTAR, FaseBerita.ID – Puluhan wartawan yang tergabung dalam aliansi wartawan Siantar, meminta  Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar untuk mencopot Kepala Seksi Intel (Kasi Intel ) Bas Faomasi Jaya Laia.

Karena Bas dinilai tidak kooperatif dan bersinergi dengan wartawan dalam peliputan berita di instansi Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Desakan disampaikan dalam unjuk rasa di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari ) Pematangsiantar, Jumat (31/1/2020).

“Kami minta Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar untuk segera mencopot Kasi Intel Bas Foumasi Jaya Laia. Karena kami menilai BAS tidak kooperatif dan bersinergi dalam hal tugas wartawan untuk pemberitaan,”kata Elisbeth Purba, Kordinator Aksi Aliansi wartawan Siantar.

Menurut nya, selama ini Kejari telah menangani kasus dugaan korupsi di Dinas Kominfo Kota Pematangsiantar dan telah menetapkan Kepala Kominfo Posma Sitorus dan Sekretaris nya Acai Sijabat sebagai tersangka sejak Juli tahun 2019 lalu. Namun hingga saat ini belum ditahan.

“Kami ingin menagih janji Kejaksaan untuk melakukan penahanan kepada tersangka dugaan korupsi Posma Sitorus dan Acai Sijabat di Dinas Kominfo pada program smart city.  Janji Kejaksaan mereka ditahan akhir tahun 2019 namun hingga saat ini belum ditetapkan dan informasi yang berkembang bahwa Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan  Sumut telah memberikan hasil audit,” kata Elisbeth Purba.

Menanggapi aspirasi wartawan yang demo Plh Kepala Kejari Togap Silalahi mengatakan akan menyampaikan aspirasi wartawan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Herrus Batubara yang baru dilantik beberapa hari lalu.

“Saya sebagai Plh akan menyampaikan aspirasi rekan wartawan. Agar segera memproses kasus yang ada, namun untuk masalah kinerja kasi Intel akan di sampaikan ke pimpinan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kasi Pidana Khusus Kejari Pematangsiantar Dostom Hutabarat.

Dostom Hutabarat juga mengatakan bahwa saat ini tahap penanganan kasus dugaan korupsi di Kominfo telah bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Sumut dan BPKP Sumut dan masih menunggu hasil audit BPKP.

“Saat ini masih menunggu tahapan dan kordinasi dengan BPKP Sumut. Namun apabila sudah ditetapkan bersalah akan di tahan,” ucap Dostom.(mag03/fi)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close