Berita

Kendala Administrasi, Penjemputan Warga Asahan di Malaysia Tertunda

FaseBerita.ID – Rencana penjemputan Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) yang sedianya dijadwalkan hari ini (Rabu) terpaksa dibatalkan karena kendala administrasi keimigrasian.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Asahan H Surya saat ditemui wartawan usai menghadiri kegiatan Hari Bhayangkara di Polres Asahan, Rabu (1/7).

“Iya benar ditunda, seharusnya sudah kita jemput hari ini (Rabu). Tapi ada kendala imigrasian di KBRI ditunda. Bukan dibatalkan ditunda,” kata Surya.

Sedianya, ada sebanyak 218 orang PMI di Negeri Jiran yang saat ini telah menunggu dan bersiap di pelabuhan Port Klang Malaysia untuk dijemput karena sudah tidak lagi bekerja, selain itu  mereka terkendala kepulangannya menuju kampung halaman karena terjebak pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih berlangsung.

Iapun menegaskan erkait kapan kesiapan kepulangan para TKI, sedianya pemkab Asahan maupun TGTPP telah siap menyambut kepulangan para pekerja migran tersebut di pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai dengan menerapkan protokol standard keselamatan dan kesehatan termasuk menyiapkan 9 bus mengangkut mereka.

“Kami tunggu saja sekarang kapan KBRI siap untuk memulangkan kita pun disini siap. Intinya keputusan ada ditangan mereka, kami siap kapan pun waktunya,” kata Surya.

Sebelumnya, Pemkab Asahan jauh jauh hari telah mengagendakan kepulangan warganya yang tidak lagi bekerja dan terganggu administrasi kepulangan mereka akibat Covid-19 dan pemeberlakuan lockdown Negara Malaysia.

Pendataan warga Asahan yang berada di berbagai daerah di Malaysia telah dilakukan sejak bulan Mei lalu dan terbilang lamban karena terganjal administrasi jika dibandingkan dengan Pemko Tanjungbalai yang telah dulu memulangkan sekitar 450 warga dalam tiga kali keberangkatan sejak sepekan sebelum hari raya Idul Fitri. (per/rah)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button