HUT RI
Berita

Kematian Ikan Paus di Asahan Disorot Media Internasional: Dibiarkan Membusuk

ASAHAN, FaseBerita.ID – Bangkai ikan paus biru yang ditemukan nelayan di wilayah Perairan Asahan dan hanya berjarak sekitar setengah mil dari daratan terdekat di Desa Silo Baru Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan ‘terpaksa’ dibiarkan berada dilokasinya hingga membusuk.

Itu dikarenakan tidak dimungkinkannya untuk menggeser bangkai paus yang berjarak sekitar setengah mil dari daratan. Mamalia air itu berbobot hampir 20 ton dan panjang 14 meter. Sedangkan lokasi ditemukannya paus tersebut merupakan wilayah dangkal.

Hal tersebut berdasarkan keputusan dari seluruh pihak yang melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi paus berjenis sirip biru itu mati, termasuk Dinas Perikanan dan Kelautan Asahan, dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara.

“Setelah dilakukan kordinasi dengan semua pihak yang berwewenang semalam maka diputuskan bangkai paus itu akan dibiarkan membusuk di lokasi secara perlahan-lahan hingga bangkainya hilang dan tinggal tulang belulang,” kata Ahmad Sopyan, Kepala Desa Silo Baru saat diwawancarai wartawan, Minggu (12/1).

Sebelumnya ada tiga opsi dipilih terkait bangkai paus tersebut pertama menenggelamkannya ke tengah laut, menariknya ke daratan, dan membiarkan bangkainya . Namun opsi ketiga akhirnya dipilih, karena tidak memungkinkan untuk mendatangkan kapal besar menarik paus berbobot hampir 20 ton dari lokasi laut yang dangkal baik menuju daratan maupun lautan.

“Olehkarena itu, jalan inilah yang kami anggap paling baik. Dihimbau kepada masyarakat maupun nelayan untuk tidak mendekat disekitar lokasi bangkai paus,” ujarnya.

Diberitakan Media Asing

Matinya ikan paus biru di perairan Asahan tidak hanya mendapat perhatian dari berbagai media lokal dan nasional tanah air. Media asing sondakika.com yang berbahasa Turki juga ikut memberitakan secara grafis (gambar) matinya malalia raksasa tersebut dengan judul ‘Paus 14 meter mati di Indonesia’.

Dalam pemberitaan itu, sondakika.com menerangkan secara jelas detail tubuh paus yang sudah mulai terkelupas kulitnya lewat rekaman gambar berdurasi  3 menit 35 detik.  Selain itu Agence France-Presse (AFP) kantor berita yang berlokasi di Prancis juga ikut memberitakan. Kantor berita resmi dari Tiongkok, Xinhua juga ikut melaporkan berita itu.

Sebelumnya mamalia laut ini sempat ditemukan nelayan hampir terdampar di wilayah Desa Silo Baru Kecamatan Silau Laut  pada hari Rabu (8/1/2020) sore lalu, dan berhasil digiring kembali menuju laut lepas, sebelum akhirnya ditemukan mati pada Sabtu (11/1/2020) pagi. (per/rah)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button